Industri Garmen Masih Butuh Ribuan Pekerja, Di tengah Badai PHK

Industri Garmen Masih Butuh Ribuan Pekerja, Di tengah Badai PHK

Jakarta - Akibat pelemahan ekonomi di tanah Air Ini seperti oase di tengah badai pemutusan hubungan kerja , Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyebut industri garmen di daerah masih membutuhkan banyak tenaga kerja. Pengurus API Syaiful Bahri di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),Jakarta, Kamis (1/10), Mengatakan “Informasi yang kami dapat perusahaan garmen di Jawa Tengah masih kurang 8 ribu operator siap pakai,"

Katanya, kebutuhan pegawai muncul lantaran industri melakukan perluasan usaha. Di sisi lain, calon pekerja masih sedikit yang memenuhi syarat usia dan kompetensi.

"Saat ini banyak yang di bawah 18 tahun, kebanyakan sangat ingin bekerja tetapi kondisi tidak memungkinkan mereka bekerja sebelum 18 tahun," katanya. "Kedua soal kompetensi dan melalui tahap pelatihan."

Industri padat karya masih terkungkung banyak masalah. Diantaranya, peningkatan biaya produksi akibat bahan baku masih impor, daya beli masyarakat menurun, dan lainnya,di akuinya Kepala BKPM Franky Sibarani.

Dan Frannky Menabahkan "Untuk mengatasi permasalahan tersebut koordinasi dengan lintas Kementerian sangat diperlukan," katanya. "Rencananya koordinasi lintas Kementerian ini akan melibatkan BKPM, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, khususnya Ditjen Pajak dan Bea Cukai, dan Kementerian Tenaga Kerja,"