Ingat! Saat Masak dalam Jumlah Besar, Yuk Perhatikan 5 Hal Ini

Ingat! Saat Masak dalam Jumlah Besar, Yuk  Perhatikan 5 Hal Ini Ilustrasi microwave ( Foto- Thinkstock-iStock )

WinNetNews.com - Peristiwa keracunan massal pada hajatan kerap terjadi di Indonesia. Proses memasak yang dilakukan sendiri atau dipercayakan pada pihak ketiga ini menyebabkan korbannya sakit hingga tewas.

Dikutip dari situs detikHealth dari laman Better Health,Minggu (7/10/2018),  proses yang bermula dari penyimpanan hingga pengolahan ini harus mendapat perhatian ekstra.

Secara umum, makanan harus dimasak hingga suhu minimal 75 derajat Celcius atau lebih tinggi. Saat telah matang, hidangan harus segera dimakan, disimpan dalam suhu 60 derajat Celcius, didinginkan, ditutup, atau disimpan dalam lemari pendingin.

Proses penyimpanan dan pemasakan harus diperhatikan dengan seksama karena ada beberapa kelompok yang lebih rentan pada keracunan, yaitu anak, ibu hamil, dan lansia.

Berikut beberapa poin yang harus diperhatikan dalam persiapan, pemasakan, penyajian, dan penyimpanan hidangan, yuk disimak ya.

1. Perhatikan makanan berisiko tinggi

Bakteri cenderung lebih mudah tumbuh pada beberapa jenis bahan makanan. Bahan tersebut adalah segala jenis daging dan produk turunannya misal telur, sosis, susu.

Bahan lainnya adalah hidangan dari laut, hidangan siap saji, buah, sayur, makanan olahan, serta pasta dan nasi yang telah dimasak. Hidangan yang memadukan kelompok tersebut misal lasagna, salad, kari, dan kaserole. Makanan ini harus disimpan terpisah, segera dimasak, dan dimakan.

2. Perhatikan suhu penyimpanan makanan

Makanan berisiko tinggi jangan disimpan dalam suhu lima hingga 60 derajat Celcius, atau yang disebut zona suhu berbahaya. Jika berada dalam kisaran suhu tersebut selama lebih dari dua jam, makanan tersebut harus dipanaskan, segera dimakan, atau disimpan dalam kulkas.

Makanan harus dimakan secepatnya bila makanan berisiko tinggi berada dalam kisaran zona suhu berbahaya dalam waktu 2-3 jam. Makanan tidak ada pilihan lain kecuali dibuang jika berada dalam suhu tersebut selama lebih dari empat jam.

3. Perhatikan suhu pemasakan

Secara umum, makanan harus dimasak dalam suhu 75 derajat Celcius untuk menjamin tingkat kemasakannya. Namun beberapa jenis makanan membutuhkan kriteria yang berbeda. Daging cincang, sosis, ayam utuh, dan daging isi harus matang hingga tengah hidangan. Daging tidak boleh masih terlihat berwarna pink atau masih mengeluarkan cairan.

Untuk hidangan ikan, bahan makanan harus mudah ditusuk garpu untuk menjamin kematangannya. Hidangan berbahan telur harus dimasak hingga matang seluruhnya untuk memudahkan proses pencernaan. Hidangan daging merah bisa dimasak sesuai selera karena bakteri hanya berada di permukaan bahan makanan.

4. Perhatikan penggunaan mikrowave

Mikrowave adalah cara memasak yang paling cepat dan nyaman. Namun mikrowave harus digunakan dengan benar, supaya makanan bisa matang seutuhnya dalam suhu 75 derajat Celcius.

Saat memasak dengan mikrowave, hidangan sebaiknya dipotong dengan ukuran kecil dan sama. Hidangan yang dipotong lebih tebal dan besar sebaiknya diletakkan di pinggir wadah mikrowave. Selama digunakan, mikrowave harus selalu dalam kondisi berputar dan ditunggu hingga proses memasak benar-benar usai dalam wadah tertutup.

5. Perhatikan cara menghidangkan makanan

Makanan yang dipanaskan kembali harus mencapai suhu 75 derajat Celcius, atau mendidih. Hal ini berlaku untuk proses pemanasan kembali dengan mikrowave, kukus, rebus, atau goreng. Makanan yang hendak dihidangkan kemudian, sebaiknya ditutup dan disimpan dalam lemari pendingin saat uapnya sudah hilang.

Makanan biasanya bertahan selama beberapa hari dalam kulkas, namun jika ingin menyimpan lebih lama sebaiknya gunakan freezer. Jangan lupa memisahkan makanan yang matang dan mentah terutama yang berbahan daging. Segala jenis daging harus disimpan dalam kulkas bagian bawah dalam wadah tertutup.