Inggris Bersiap Menghemat Anggaran

Inggris Bersiap Menghemat Anggaran

Ketika Partai Konservatif secara mengejutkan memenangkan suara mayoritas di pemilihan umum (pemilu) Inggris pada Mei, itu berarti George Osborne bukan hanya akan mempertahankan posisinya sebagai chancellor of the exchequer (di negara lain disebut sebagai menteri keuangan). Kunci menuju kursi perdana menteri juga sudah berada dalam genggamannya. “Tiga tahun lalu, sebelum pemulihan ekonomi, karier politiknya bisa dibilang sudah berakhir,” ujar Adam Ludlow, konsultan senior di perusahaan jajak pendapat politik ComRes di London. “Kini, setelah keadaan stabil, tingkat kepercayaan terhadap dirinya sangat tinggi.”

Sejak mengumumkan rancangan anggarannya pada Juli, Osborne telah menjadi kandidat favorit para bandar taruhan sebagai penerus David Cameron saat masa jabatannya sebagai perdana menteri berakhir pada 7 Mei 2020. “Ini bukan hanya sekadar perkara anggaran—sepertinya ada yang mengawasi ranah politiknya dan menguji peluang kepemimpinannya,” ujar Wyn Grant, pengajar bidang politik di University of Warwick.

Osborne memangkas anggaran untuk pelayanan umum dan tunjangan kesejahteraan sebesar £12 miliar (US$19 miliar). Kedua hal tersebut memang menjadi fokus utama pemangkasan anggaran yang dicanangkan pada periode pertamanya sebagai menteri keuangan. Pada 8 Juli, Osborne memberitahu House of Commons bahwa dia mengajukan “anggaran untuk kalangan pekerja, anggaran yang menyiapkan rencana lima tahun ke depan Inggris untuk memindahkan kita dari perekonomian dengan tunjangan kesejahteraan tinggi, pajak tinggi, upah rendah menjadi negara dengan tunjangan kesejahteraan lebih rendah, pajak lebih rendah, upah tinggi yang berusaha kami ciptakan.” Dia ingin meningkatkan standar upah minimum dari £6,5 per jam untuk pekerja di atas 25 tahun menjadi £7,2 mulai April 2016. Selain itu, Osborne akan menurunkan pajak untuk kalangan berpenghasilan rendah serta mewajibkan perusahaan yang membayar pajak tinggi untuk membiayai pelatihan pegawai magang. Namun, rancangan anggaran ini memangkas tunjangan kesejahteraan yang menjadi andalan warga kurang mampu di Inggris.

(cn)