Inggris Desak Arab Saudi untuk Jelaskan Raibnya Jamal Khashoggi

Inggris Desak Arab Saudi untuk Jelaskan Raibnya Jamal Khashoggi istimewa

WinNetNews.com - Hilangnya jurnalis asal Arab Saudi Jamal Khashoggi di Istanbul, Turki, menuai berbagai reaksi dari banyak negara. 

Kini giliran Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt yang mengharapkan jawaban mendesak dari Saudi atas nasib Khashoggi yang hilang sejak pekan lalu. 

BBC mewartakan pada Rabu (10/10/2018), dalam panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al-Jubeir, Hunt memperingatkan hubungan persahabatan kedua negara akan bergantung pada nilai-nilai bersama. 

"Kekerasan terhadap jurnalis di seluruh dunia sedang meningkat dan merupakan ancaman besar bagi kebebasan berekspresi," tulisnya di Twitter. 

"Jika laporan media terbukti benar, kami akan menganggap insiden itu dengan serius, dan persahabatan bergantung pada nilai bersama," imbuhnya. 

 

 

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut angkat bicara soal menghilangnya Khashoggi usai masuk ke gedung konsulat Saudi di Istanbul. 

"Saya prihatin. Saya tidak suka mendengar tentang itu. Mudah-mudahan akan terselesaikan dengan sendirinya," ujar Trump, seperti dikutip dari CNN. 

"Sekarang, tidak ada yang tahu apa-apa tentang hal tersebut. Ada beberapa cerita buruk yang beredar. Saya tidak menyukainya," imbuh Trump. 

Khashoggi telah menulis kritikan selama setahun terakhir di Washington Post terhadap Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammad bin Salman. 

Dia dilaporkan memasuki konsulat pada Selasa (2/10/2018) untuk mengajukan dokumen pernikahan. Sementara, tunangannya asal Turki menunggu di luar gedung. 

Pejabat Turki menyatakan, dia telah dibunuh di dalam gedung konsulat, sebuah tudingan yang disanggah oleh Saudi. 

Sebuah sumber yang dikutip oleh The Washington Post mengatakan, jurnalis itu dibunuh oleh 15 anggota tim Saudi yang dikirim khusus. Arab Saudi mengatakan tuduhan itu tidak berdasar. (kompascom)