Ingin Merintis Bisnis Baru? Siap Terima 4 Risiko Ini Ya

Khalied Malvino

Dipublikasikan setahun yang lalu • Bacaan 2 Menit

Ingin Merintis Bisnis Baru? Siap Terima 4 Risiko Ini Ya
Bisnis kuliner memang menjanjikan, tapi banyak hal yang perlu diperhatikan ya. (Foto: Hipwee)

Winnetnews.com -  Dunia bisnis sudah tidak lagi hanya berada di lingkungan orang tua saja. Generasi muda yang masuk dalam kategori gen z dan milenials kini juga mulai merambah dunia bisnis lho.

Guna melancarkan bisnisnya, para gen z dan milenials ini memanfaatkan teknologi yang ada yakni media sosial. Memang sih berbisnis itu enggak mudah alias sulit bagi yang belum perah menjalaninya. Bahkan banyak lho pebisnis sukses masih sering mengalami kegagalan berulang kali.

Oleh karena itu, kamu wajib mempersiapkan mental agar mampu berdiri di kaki sendiri (berdikari) ya. Terlebih lagi, bisnis yang kamu jalani benar-benar bisnis rintisan tanpa bantuan dari investor kakap.

Mengutip Indozone, Kamis (9/7), ada beberapa konsekuensi yang harus kamu terima jika ingin mengawali dan menjalani bisnis kecil-kecilan yang kami rintis sendiri, bersama keluarga, atau bersama teman ya.

1. Siap gagal alias bangkrut

Biasanya hal ini menjadi hal pertama yang paling ditakuti ketika ingin mengawali bisnis. Seperti pepatah mengatakan, pengalaman merupakan guru yang terbaik. Nah, ada baiknya kamu belajar dari pengalaman yang sudah ada dari orang lain.

Mencari informasi terkait cara mengawali dan menjalani bisnis pada keluarga atau teman yang memiliki usaha sukses, mungkin menjadi salah satu cara kamu untuk meyakinkan diri dalam mengawali kariermu sebagai pebisnis.

2. Bingung memilih bidang usaha

Jika kamu sudah memiliki bisnis kecil-kecilan yang kamu rintis saat ini, satu hingga tiga tahun pertama merupakan hal di mana kamu merasa ada kejanggalan dalam menjalani bisnis kamu.

Satu hal yang perlu kamu tahu, jangan pernah putus asa, apalagi panik. Hal tersebut sudah lumrah adanya. Maka, tak masalah jika kamu mau mencoba berbagai macam bidang usaha hingga kamu yakin betul bisnis yang membuat kamu nyaman untuk dijalani.

3. Jam kerja yang tak teratur

Kalau kamu pernah bekerja di perkantoran dengan sistem waktu 9 to 5 (nine to five) alias kerja masuk jam 9 dan pulang jam 5, jangan kaget ketika menjalani bisnis yang sistem manajemen waktunya tak teratur.

Sebagian kalangan menyebutkan berbisnis itu waktunya fleksibel. Jangan terbuai dulu ya. Saat bisnis kamu mulai berjalan, kamu bisa jadi tidak punya waktu untuk bersantai. Berprofesi sebagai pebisnis tentu akan lebih memiliki lebih banyak waktu ketimbang "orang kantoran" ya.

Hal ini dikarenakan kamu masih harus beradaptasi dengan bisnis yang baru kamu rintis agar tetap stabil hingga beberapa waktu ke depan. Manajemen waktu itu pastinya akan lebih memotong banyak kesempatan kamu kumpul bersama keluarga, nongkrong bareng teman, atau hang out bareng pacar kamu.

4. Pendapatan tidak tetap

Berbeda dengan pekerja kantoran yang menerima penghasilan sama setiap bulannya, penghasilan seorang pebisnis sangatlah tidak menentu. Sehingga, selain harus siap secara mental, kamu juga harus siap secara finansial jika ternyata penghasilanmu menjadi tak menentu.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...