Ini Alasan Djarot Sangat Populer di Sumut Menurut Indo Barometer
Sumber : Istimewa

Ini Alasan Djarot Sangat Populer di Sumut Menurut Indo Barometer

Minggu, 25 Mar 2018 | 16:27 | Oky

Winnetnews.com - Lembaga survei Indo Barometer melakukan survei elektabilitas dan popularitas calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara.

Tingkat popularitas calon Gubernur Sumut Djarot Saiful Hidayat lebih tinggi (68,4 persen) dibanding cagub lainnya yaitu Edy Rahmayadi (62,9 persen) dan JR Saragih (40 persen).

Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhamamd Qodari menjelaskan, tingginya popularitas Djarot karena derasnya pemberitaan media terhadap Djarot yang merupakan mantan Wagub DKI
Jakarta yang kemudian naik menjadi Gubernur DKI setelah gubernur sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkena kasus penistaan agama.

"Memang di DKI Jakarta ini media massanya kumpul. Jadi siapa gubernurnya yang kenal bukan hanya orang Jakarta tapi di seluruh Indonesia," jelasnya di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (23/3).

Tak hanya Djarot, Ahok juga cukup populer. Bahkan, menurut Qodari, ada juga yang ingin Ahok menjadi cawapres. Pada pekan lalu Qodari menjadi pembicara di Majelis Sinode Gereja Masehi Injili Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut). Peserta di acara ini sebanyak 2.300 pendeta.

"Saya buat survei kecil-kecilan. Kalau wakil presiden siapa yang dipilih oleh para hadirin. Saya tunjuk di kiri siapa pilihannya, yang jawab banyak dan yang disebut namanya adalah Ahok. Saya tunjuk di tengah, Ahok lagi. Kemudian saya tunjuk yang kanan, Ahok lagi. Dan yang jawab Ahok itu semuanya," jelasnya.

"Bayangkan seorang Ahok begitu terkenalnya di Sulawesi Utara," imbuhnya.

Dari situ tidak heran jika Djarot juga ikut populer di Sumatera Utara walaupun dia berasal dari Jawa Timur.

"Jadi siapa yang jadi gubernur-wakil gubernur di DKI ini sangat terkenal di Sulawesi Utara dan terkenal di Sumatera Utara," jelasnya.

Menurut Qodari, jika Djarot belum pernah menjabat di DKI Jakarta, popularitasnya tak akan setinggi saat ini.

"Kalau belum pernah jadi Gubernur Jakarta mungkin tingkat keterkenalannya akan jauh dibandingkan dengan yang lain," ujarnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...