Ini Batasan yang Mesti Dipatuhi Peserta Aksi 505 Nanti
Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian/Foto: Zool WNN

Ini Batasan yang Mesti Dipatuhi Peserta Aksi 505 Nanti

Rabu, 3 Mei 2017 | 12:51 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Berdasarkan regulasi, setiap aksi demonstrasi memang dijamin dan dilindungi. Meski demikian, peserta Aksi 505 yang akan melakukan salah satu kegiatan demokratis itu mesti mematuhi batasan yang dipaparkan Kapolri ini.

"Ada empat batasan yang tidak boleh, yakni tidak boleh mengganggu ketertiban publik, tidak boleh menggangu hak asasi orang lain, tidak boleh menghujat artinya harus mengindahkan etika dan moral. Jadi menghujat, mencaci maki itu tidak boleh. Yang keempat harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Itu Undang-undang, pasal 6 UU Nomor 9/1998. Jadi kalau melakukan unjuk rasa, damai, silakan saja tapi jangan sampai melanggar pasal 6," papar Tito di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (03/05/2017).

Tito melanjutkan, dalam Undang-undang itu juga menyebutkan syarat lain yang wajib dipenuhi bagi koordinator aksi.

"Kemudian dalam UU itu disebutkan, setiap 100 orang itu harus ada lima orang yang menjadi pengendalinya. Itu harus diikuti juga," lanjutnya.

Aksi 505 nanti rencananya bakal dilaksanakan oleh GNPF-MUI. Rencananya bakal dihadiri mulai dari Bachtiar Nasir, mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsudin, Habib Rizieq Shihab, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Al-Khaththat, dan para tokoh lainnya. Dalam pernyataannya, aksi ini akan dimulai dengan pelaksanaan Sholat Jumat bersama di Mesjid Istiqlal lalu melakukan long march ke Mahkamah Agung.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...