Ini Beberapa Kategori Orang yang Lebih Mungkin Terkena Diabetes

Sofia Citradewi
Sofia Citradewi

Ini Beberapa Kategori Orang yang Lebih Mungkin Terkena Diabetes Foto: cafedissensusblog.com

Winnetnews.com - Penyakit diabetes dikenal dengan sebutan mother of diseases. Hal ini dikarenakan pasien diabetes selalu dapat dipastikan akan mengalami komplikasi penyakit lain. Diabetes dapat merusak jantung, ginjal, mata, dan organ vital lainnya. Tak hanya itu, pasien diabetes berisiko terkena kanker 6-10 kali lebih besar. 

Biasanya banyak yang menganggap diabetes dulunya hanya ditemukan pada segelintir orang, namun kini ternyata penyakit tersebut menjadi salah satu yang banyak diderita masyarakat urban.

Berdasarkan data dari riset berjudul Diabetes in Asia: Empowering Communities to Lead Healthier Live, sekitar 6,7 % atau setara dengan 10,3 juta masyarakat Indonesia mengidap diabetes pada dengan rentang usia 20-79 tahun.

Masih dari penelitian yang sama, menunjukkan bahwa 24,4% penduduk Indonesia mengalami kelebihan berat badan, 5,7% tergolong obesitas, dan 22,8% berisiko terkena diabetes karena kurangnya aktivitas fisik.

Diabetes sering kali dianggap merupakan penyakit yang disebabkan oleh faktor keturunan. Padahal, penyakit ini juga bisa terjadi karena pengaruh dari gaya hidup yang tidak sehat. 

Dikutip dari Kompas.com, dr. Dante S. Harbuwono Sp.PD-KEMD, PhD, Kepala Divisi Metabolik Endokrin Departemen Penyakit Dalam FKUI/RSCM mengatakan, “Hasil survei FKUI RSCM-Divisi metabolik endokrin menemukan 1 dari 8 orang di Jakarta terkena diabetes, dan 2 dari 3 orang yang terkena diabetes tidak mengetahui kalau dirinya terkena diabetes,” ungkap Dante di kawasan Kuningan, Jakarta Sleatan pada Kamis (14/11/2019) lalu dalam acara konferensi pers: Sun Life Virtual Charity Run.

Di Indonesia, kata Dante, ada empat kategori orang yang berpotensi tinggi terkena diabetes. 

1. Etnik tertentu

Menurut penelitian, sebagaimana dipaparkan oleh Dante, etnik Manado dan Ternate adalah yang paling banyak terkena penyakit diabetes.

“Secara genetik, orang Manado dan Ternate paling tinggi risiko diabetesnya. Ini bukan soal gaya hidup ya, memang dari gennya orang Manado ini punya risiko yang besar untuk terkena penyakit diabetes,” terangnya.

2. Berat badan berlebih

Orang yang berat badannya berlebih meningkatkan risiko terkena diabetes. Untuk mengetahui apakah berat badan kita sudah berlebih atau tidak, dapat mengecek ukuran lingkar perut. Ukuran normal perut perempuan di Asia adalah dari 80 cm sedangkan lelaki lebih dari 90 cm.

3. Kurang melakukan aktivitas fisik

Tubuh jarang bergerak atau kurangnya aktivitas fisik akan mengakibatkan seseroang lebihmudah terkena diabetes. Terutama bagi mereka, masyarakat urban biasanya kurang melakukan aktivitas.

Dante menyarankan agar masyarakat selalu menyempatkan diri untuk berolahraga setiap harinya jika ingin menghindari penyakit diabetes. 

4. Diet yang tidak seimbang

Diet tidak seimbang biasanya terjadi karena masyarakat kita sudah terbiasa mengonsumsi banyak karbohidrat. Padahal ini menyebabkan orang tersebut lebih mudah terkena diabetes.

Cara mengatasinya

Dokter sekaligus dosen yang mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini membagikan tips mudah agar penyakit diabetes tak gampang menjangkiti tubuh kita. Yang pertama adalah menjaga pola hidup yang seimbang. Masyarakat perlu menjalani pola hidup yang sehat. 

Masyarakat harus menjadi smart eater, yaitu orang yang pintar dalam memilih makanan untuk dikonsumsi; dan sweat generation, yaitu orang yang rutin berolahraga dan mengeluarkan keringat. 

“Sebelum makan berpikir terlebih dahulu kalori makanannya berapa dan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh,” ungkap Dante. 

Selain itu, Dante juga menyarankan kepada masyarakat untuk melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala setidaknya satu tahun sekali. 

“Jika sejak awal sudah tahu keluarganya ada yang terkena diabetes, sebaiknya rutin untuk melakukan pemeriksaan secara berkala. Karena jika ibunya terkena diabetes maka sang anak berisiko terkena diabetes 20% dan jika bapaknya yang terkena diabetes maka anaknya 30% berisiko terkena diabetes. Ini berlaku bagi anak perempuan dan laki–laki,” jelasnya.

Apa Reaksi Kamu?