Ini Beragam Reaksi Tanggapi Pidato Prabowo Soal Elite Maling
Sumber : Istimewa

Ini Beragam Reaksi Tanggapi Pidato Prabowo Soal Elite Maling

Senin, 2 Apr 2018 | 15:28 | Oky

Winnetnews.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin meminta Ketua Umum Gerindra‎ Prabowo Subianto mengungkap nama yang dituding sebagai elite pembohong publik dan berani membuktikan dengan data-data. Sehingga pernyataan tersebut tidak hanya sekadar tuduhan semata.

"Tunjuk nama, tunjuk hidung saja, konsepnya mana, pendapatnya mana dalam memajukan itu," ucap Ma'ruf di komplek Istana Negara, Jakarta, Senin (2/4/2018).

Ma'ruf meminta Prabowo tidak melempar isu terkait elite di Jakarta yang membohongi publik, tanpa menyebut pelakunya.

"Elitenya mana? Orangnya mana? Tunjuk saja, yang bohongi publik mana? Gitu loh, jangan lempar begitu, yang kena siapa nanti, ini saling tunjuk, oh kamu, kamu, nanti begitu, jangan lempar tidak jelas," ujar Ma'ruf.

Ma'ruf pun membandingkan sikap Presiden Joko Widodo dengan Prabowo yang jauh berbeda, dimana Jokowi lebih banyak bekerja tanpa banyak bicara.

"Makanya saya suka beliau Pak Jokowi itu karena yang penting kerja, tidak usah mengucapkan, politik itu kan sebaiknya tidak diucapkan, tapi dilaksanakan, dikerjakan, jadi kerja, kerja, jangan bikin statement yang bikin gaduh saja," papar Ma'ruf.

‎Sebelumnya, Prabowo menyebut ketimpangan ekonomi dan kepemilikan lahan yang terjadi saat ini disebabkan oleh kalangan elit yang rakus.

"Jangan-jangan karena elite kita yang goblok atau menurut saya campuran. Sudah serakah, mental maling, hatinya beku, tidak setia pada rakyat, mereka hanya ingin kaya," kata Prabowo di Gedung Serbaguna Istana Kana Cikampek, Sabtu (31/3/2018).

"Saya lihat muka elite Jakarta penuh tipu, saya mantan komandan sejak muda, saya terbiasa baca tampang anak buah hingga saya bisa tahu tampang penipu," ujarnya.

Wakil Ketua Umum Demokrat Nurhayati Ali Assegaf ikut menanggapi pernyataan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut adanya elit yang bermental maling sekarang ini.

Menurut Nurhayati sebaiknya Prabowo tidak mengeneralisir semua elit bermental maling. Prabowo sebaiknya menjelaskan siapa elit yang dimaksud.

‎"Saya kira kritik itu harus kita tanggapi, tapi jangan menggeneralisasi. Siapa yang dikritik harus lebih jelas lagi. Sehingga tidak menimbulkan tanggapan negatif. Saya sih belum termasuk elit politik, tapi banyak sekali yang menjadi elit politik tapi tidak semuanya sama," kata Nurhayati di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (2/4/2018).

‎Nurhayati mengaku dirinya belum mendengar langsung pernyataan Prabowo tersebut.

Hanya saja menurutnya di tahun politik seperti ini tidak ada pernyataan-pernyataan yang menggeneralisasi, padahal maksudnya hanya pada segelintir orang saja.

"Berharap tidak ada generalisasi terhadap siapapun. Misalnya saya juga tidak suka kalau ada yang mengatakan DPR, tidak semua. Kemudian seperti sekarang maraknya penangkapan di DPRD Pemkab, Pemkot, itu tidak semuanya. Jadi masih ada orang-orang yang baik di negeri ini," katanya‎.

Sandiaga Sebut Koruptor

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mangatakan pernyataan elit bermental maling yang sempat dilontarkan Ketum Gerindra Prabowo Subianto sesungguhnya ditujukan kepada para koruptor.

"Jelas kalau saya bilang itu salah satunya koruptor," ujar Sandi, di Graha Toton Baho, Bekasi, Minggu (1/4/2018).

Menurut Sandi, ucapan Prabowo dapat menjadi peringatan bagi dirinya dan para calon pemimpin dari partai Gerinda agar berhati-hati dalam mengambil suatu kebijakan.

"Ini peringatan buat saya, terutama buat Pak Adi dan juga semua tokoh yang akan dipilih apalagi KPK menyatakan bahwa presentase dari pada elite yang dipilih dalam pilkada selanjutnya juga tersangkut dan ini kita harus saling mengingatkan," ujar Sandi.

Sandi mengungkapkan salah satu faktor yang menyebabkan sulitnya sektor ekonomi untuk berkembang adalah masih maraknya perilaku korupsi.

"Yang korup itu mengakibatkan pembangunan ini tidak merara dan tidak menyentuh masyarakat menengah ke bawah sehingga dirasakan lambat dan tidak membuka lapangan kerja masyarakat ditingkat manengah ke bawah," ujar Sandi.

Oleh karena nya, Sandi mendukung gerakan anti korupsi yang selama ini terus digalakan oleh pemerintah.

"Kita harus terus galakkan dukungan institusi antikorupsi untuk memastikan negara ini bebas dari korupsi," ujar Sandi.

Fadli Zon Meluruskan

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dalam beberapa hari terakhir menyampaikan pemikirannya di depan ribuan kader Gerindra saat mengkampanyekan Sudrajat - Ahmad Syaikhu di Jawa Barat.

Salah satunya yakni ketimpangan ekonomi sekarang ini yang diakibatkan oleh banyaknya elit yang bermental maling.

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon membenarkan bahwa memang banyak elit maling sekarang ini.

Saking banyaknya, maka elit-elit tersebut tidak bisa disebutkan satu persatu.

‎"Kalau kata banyak berarti kan banyak, tak bisa sebut nama satu per satu. Ya kita melihat orang yang mengambil keputusan ya semestinya, berbagai bidang bisa dimana saja," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (2/4/2018).

Menurut Fadli, elit yang bermental maling yang dimaksud Prabowo yakni mereka yang berada di pucuk pimpinan, namun tidak amanah dalam menjalankan tugasnya.

‎"Artinya apa yang jadi keputusannya ketika ia duduki posisi itu tidak amanah, begitu ya. Tidak sesuai amanat konstitusi misalnya menjual aset yang harusnya bisa berikan kemakmuran bagi rakyat tapi dijual murah. Mengambil keputusan untuk lakukan import disaat justru petani butuh proteksi harga, dan lain lain saya kira banyak," katanya.

Menurut Fadli apa yang diutarakan Prabowo tersebut merupakan bentuk konsistensinya yang peduli terhadap bangsa Indonesia.

Prabowo beberapa tahun belakangan cenderung diam karena memberikan kesempatan kepada pemerintahan yang berkuasa untuk memperbaikinya.

"Ya karena memang sudah waktunya, karena selama 3,5 tahun lebih Pak Prabowo diam karena berikan kesempatan kepada pemerintah untuk bekerja tidak ada sedikitpun komentar-komentar miring. Sekarang saya kira sudah waktunya untuk sampaikan apa adanya demi kemasalahatan umat bangsa rakyat, seluruh masyarakat lah‎," pungkasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...