Ini Cara Berkomunikasi Bahrun Naim dengan Teroris di Indonesia

Ini Cara Berkomunikasi Bahrun Naim dengan Teroris di Indonesia

Minggu, 17 Jan 2016 | 17:55 | Liani
WinNetNews.com - Pascaaksi teror di Thamrin nama Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo alias Bahrun Na`im mendadak populer. Dia digadang-gadang berada di balik aksi teror tersebut.

Mabes Polri mengatakan, selama ini Naim berkoordinasi menggunakan perangkat IT dengan dengan jaringan radikal di Indonesia.

"Ada yang melalui perantara, ada juga yang melalui IT. Makanya banyak teror melalui IT sekarang," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan dalam konferensi pers di Kantor Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu (17/1/2016).

Anton menjelaskan, Naim memiliki grup chatting yang menjadi alat dirinya berkoordinasi dengan teroris-teroris lainnya, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Semua sarana IT digunakan oleh Naim. "Ada Facebook, ada Path, Instagram, WhatsApp, macam-macam. Dia punya grup sendiri. Bahrun memang jago IT, makanya banyak merekrut jaringannya lewat IT, sebagai penarik," ujar dia.

Terkait pendanaan, lanjut Anton, pihaknya menyelidiki transfer keuangan biasanya dilakukan secara langsung dan berjenjang. "Karena ada lebih dari 200 jaringan Naim," jelas Anton.

Bahrun Naim diduga otak serangkaian peledakan bom dan penembakan di Jalan M.H. Thamrin. Jejak Naim terendus sejak 2010.

Kapolda Metro Jaya Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menjelaskan, Naim pernah ditangkap Densus 88 Antiteror pada 9 November 2010 dan dijerat UU Terorisme. Naim divonis penjara dua tahun enam bulan di Pengadilan Negeri Surakarta, lantaran kepemilikan senjata api ilegal dan peluru.

Setelah menjalani masa tahanan, Naim berangkat ke Suriah dan bergabung dengan Kelompok Islamic State (ISIS). Naim ingin membentuk Khatibah Nusantara yang meliputi wilayah Asia Tenggara. Pengemboman pun dilakukan supaya mendapat pengakuan dari pimpinan pusat ISIS di Suriah. Saat ini, kepolisian dan intelijen masih memburu keberadaan Naim yang diduga masih berada di Raqaa, pusat ISIS.

Dilansir dari laman metrotvnews

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...