Ini Dampak dan Bahayanya Bila Remaja Hamil
ilustrasi

Ini Dampak dan Bahayanya Bila Remaja Hamil

Selasa, 4 Jun 2019 | 07:43 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Risiko remaja hamil dengan usia di bawah 20 tahun sangat berbahaya sebabkan banyak gangguan pada calon ibu yang masih remaja dan janin. Gangguan ini bisa saja terjadi pada tubuh atau fisik dan psikis. Dengan risiko yang cukup besar ini, remaja diminta untuk menunda kehamilan dahulu agar usianya cukup. Begitu berusia 20 tahun, kehamilan bisa diusahakan.

Dampak Kehamilan Remaja yang Berbahaya!

Ada berbagai alasan yang mendasari kenapa wanita hamil yang belum terlalu cukup umur sangat berisiko dan akhirnya melakukan persalinan. Beriku dampak kehamilan remaja yang patut diwaspadai:

1. Keguguran

Wanita memang mengalami puber saat usianya memasuki 11 atau 12 tahun. Organ di dalam tubuhnya susah mulai bekerja sebagaimana mestinya. Ovarium menghasilkan sel telur dan rahim sudah menghasilkan endometrium yang nantinya luruh menjadi darah menstruasi. Siklus yang berulang-ulang ini menandakan wanita sudah dewasa.

Meski organ reproduksinya sudah mulai berjalan dengan lancar, kematangannya masih terus berjalan seiring dengan berjalannya waktu. Bila kematangan ini tidak diperhatikan dan wanita hamil di usia yang masih muda, risiko remaja hamil kemungkinan terjadi keguguran cukup tinggi.

2. Kelahiran prematur dan cacat bawaan

Seperti yang sebelumnya dijelaskan, risiko remaja hamil bisa menyebabkan persalinan secara prematur. Bayi dengan usia 7 atau 8 bulan yang belum siap dilahirkan harus segera keluar dari rahim karena wanita tidak kuat lagi menahannya. Dinding rahim juga tidak kuat dengan bobot bayi yang besar.

Bayi yang lahir prematur juga akan mengalami bobot yang terlalu rendah. Kondisi ini membuat bayi yang dilahirkan rawan sekali tidak tumbuh sempurna hingga mengalami kematian. Beberapa wanita yang sempat mengonsumsi obat tertentu untuk menggugurkan kandungan biasanya memiliki bayi dengan kondisi cacat bawaan yang parah.

3. Gangguan pada vagina

Saat melahirkan, bayi akan keluar dari rahim ke serviks hingga akhirnya keluar melalui lubang vagina. Kondisi ini menyebabkan luka di vagina menjadi terlalu besar. Area perineum akan mengalami luka yang cukup besar sehingga jahitan yang dialami juga besar dan bisa menurunkan estetik dari vagina.

Selain gangguan pada area vulva, dampak kehamilan remaja adalah kerusakan di area serviks dan sekitarnya juga menyebabkan gangguan yang besar. Wanita dengan usia di atas 20 tahun mungkin juga akan mengalami luka robek di vagina. Namun, fungsi organnya sudah maksimal sehingga kemungkinan penyembuhan juga lebih besar.

4. Perdarahan dan anemia

Dampak kehamilan remaja biasanya mengalami gangguan anemia yang cukup parah. Terbaginya darah ibu dengan bayi dan kebutuhan zat besi yang besar bisa menyebabkan wanita mengalami lemas terlalu besar. Bahkan, beberapa kasus bisa menyebabkan pingsan.

Selain anemia yang menyebabkan rasa lemas terlalu besar. Pada saat melakukan persalinan, wanita juga akan mengalami perdarahan. Kontraksi dari rahim yang belum sempurna rawan sebabkan perdarahan akut dan berujung pada kematian dari ibu yang melakukan persalinan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...