Ini Dampaknya Bagi Kesehatan Bila Kurang Tidur
ilustrasi

Ini Dampaknya Bagi Kesehatan Bila Kurang Tidur

Rabu, 9 Jun 2021 | 12:00 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Ada berbagai penyebab kurang tidur, entah karena harus menyelesaikan deadline kantor, belajar untuk ujian esok hari, atau keasyikan main media sosial. Alhasil, Anda terbangun dengan rasa lemas dan masih mengantuk. Tunggu dulu, efek dan bahaya kurang tidur tidak hanya itu saja. Penasaran? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini!

Beragam efek dan bahaya kurang tidur bagi kesehatan

image0

Tidur merupakan kebutuhan bagi tubuh Anda, sama seperti halnya dengan makan dan minum. Mark Wu, MD, Ph.D, seorang ahli saraf di John Hopkins Medicine, menyebutkan bahwa tidur adalah periode bagi otak untuk terlibat dalam sejumlah aktivitas yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup.

Waktu tidur juga dipakai tubuh untuk memperbaiki diri dari kerusakan sehingga keesokan harinya bisa kembali bekerja dengan normal. Sungguh penting, bukan, tidur bagi tubuh Anda?

Sayangnya, masih banyak orang yang tidak mencukupi waktu tidur per hari sekitar 7-9 jam. Selain mengantuk pada siang hari, ada beberapa efek kurang tidur dan diantaranya cukup berbahaya, seperti:

1. Mudah lupa dan fungsi otak yang kurang optimal

Penyakit pikun atau sering lupa memang erat kaitannya dengan usia tua. Namun, kondisi ini bisa saja terjadi pada orang yang masih muda sebagai efek dari kurang tidur akhir-akhir ini.

Kurang tidur setiap malam bisa mengganggu kinerja dan fungsi otak, termasuk juga bagian otak yang berkaitan dengan daya ingat. Efeknya ini bisa membuat Anda kesulitan untuk mencerna dan memfokuskan diri pada suatu hal serta lebih lambat dalam menanggapi.

Di samping itu, kurang tidur juga bisa membuat Anda sulit dalam mengambil keputusan dan memecahkan masalah, sehingga Anda sangat mungkin membuat kesalahan dan lebih lama dalam menyelesaikan tugas.

2. Berat badan melonjak

Efek yang juga bisa Anda rasakan jika kurang tidur adalah berat badan melonjak naik. Ternyata, ada hubungan antara durasi tidur dengan perubahan negatif dalam metabolisme tubuh.

Pada orang dewasa, tidur sekitar 4 jam per hari bisa meningkatkan rasa lapar dan nafsu makan, terutama pada makanan tinggi karbohidrat yang padat kalori. Kondisi ini ternyata juga terjadi pada anak-anak dan remaja.

Peneliti mengemukakan bahwa durasi tidur mempengaruhi hormon ghrelin dan leptin yang bertugas mengatur rasa lapar, sehingga membuat nafsu makan jadi lebih besar daripada biasanya. Kemudian, naiknya berat badan akibat kurang tidur juga dipengaruhi oleh tubuh yang kelelahan sehingga sangat mungkin membuat seseorang membatasi aktivitas fisiknya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...