Ini Dampaknya Bila Bulu Kemaluan Dicukur

Rusmanto
Rusmanto

Ini Dampaknya Bila Bulu Kemaluan Dicukur ilustrasi

Winnetnews.com -  Mencukur bulu kemaluan memang memberikan rasa nyaman. Akan tetapi, membiarkannya tumbuh juga bermanfaat untuk melindungi organ intim dari bakteri dan kotoran. Jika Anda masih bingung hendak mencukur atau membiarkan bulu kemaluan tumbuh secara alami, coba kenali dulu manfaat dan bahaya keduanya.

Manfaat dan bahaya mencukur bulu kemaluan

Mencukur bulu kemaluan adalah pilihan pribadi setiap orang. Penting atau tidaknya tergantung pada kebutuhan Anda. Beberapa orang mungkin mencukur bulu kemaluan karena sudah terbiasa, tapi ada juga orang yang melakukannya untuk tujuan lain.

Mengambil contoh dari studi dalam The Journal of Sexual Medicine, sebagian besar laki-laki lebih senang ketika pasangannya mencukur bulu kemaluan. Sebagai timbal baliknya, wanita mencukur bulu kemaluan mereka untuk menyenangkan pasangannya.

Ada pula orang-orang yang meyakini bahwa mencukur bulu kemaluan bisa membuat organ intim lebih sensitif saat berhubungan seksual. Pada belahan dunia yang lain, orang-orang mencukur bulu kemaluan karena dianggap dapat menurunkan daya tarik.

Semua contoh tersebut menunjukkan bahwa manfaat mencukur bulu kemaluan tergantung pada sudut pandang setiap orang, tapi tidak dengan bahaya yang ditimbulkannya. Ya, kegiatan yang satu ini memang berisiko bagi kesehatan Anda. Tak ada manfaat medis yang bisa diperoleh dari mencukur bulu kemaluan, sementara risikonya cukup besar.

Cara mencukur yang salah dapat menimbulkan efek samping berupa:

  • Razor burn, atau ruam pada area yang dicukur.
  • Gatal, kemerahan, dan sensasi terbakar.
  • Terbentuk luka, iritasi, jerawat, atau bisul.
  • Reaksi alergi terhadap krim cukur.
  • Rambut tumbuh ke dalam dan menyebabkan infeksi.

Apa Reaksi Kamu?