Ini dia 20 Perusahaan yang Terlibat Kebakaran Hutan, Ada Perusahaan Asal Malaysia

Ini dia 20 Perusahaan yang Terlibat Kebakaran Hutan, Ada Perusahaan Asal Malaysia

Jakarta, wingamers - kepolisian berhasil mengungkapkan 10 perusahaan dan 140 orang menjadi tersangka kasus kebakaran lahan di Indonesia. Hingga saat ini tercatat ada 20 Perusahaan saat ini tengah diselidiki Polri terkait kasus pembakaran hutan yang terjadi di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Disinyalir perusahaan asal malaysia turut ambil bagian dalam kebakaran hutan yang menimbulkan kabut asap hingga mampir ke negaranya sendiri yakni Malaysia dan juga ke wilayah Singapura. Hal ini berdasarkan keterangan dari menteri lingkungan hidup dan kehutanan Siti Nurbaya Bakar yakni, "Ada yang dari Malaysia yang ketahuan, saya sudah lihat, yang Singapura ini masih kita lagi cari".

20 Perusahaan tersebut, antara lain :

1. PT WAJ di OKI

2. PT KY

3. PT PSM

4. PT RHM

5. PT PH

6. PT GS

7. PT RED

8. PT MHP

9. PT PN

10. PT TJ

11. PT AAM

12. PT MHP

13. PT MHP (berbeda tempat)

14. PT SAP

15. PT WMAI

16. PT TPR

17. PT SPM

18. PT GAL

19. PT SBN

20. PT MSA

Sanksi tegas akan diberikan oleh pemerintah sesuai dengan Undang-Undang Perkebunan, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014, Undang-Undang Kehutanan pasal 78, dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Selain mengenakan sanksi pidana dan perdata, dalam rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Kapolri mengusulkan agar para pelaku pembakaran juga diberikan sanksi blacklist atau daftar hitam agar tidak bisa lagi mengajukan permohonan izin usaha di kemudian hari.

Sementara itu, pemerintah daerah juga diminta untuk mengawasi perusahaan pengelola lahan hutan dan perkebunan. Hal ini bertujuan kelengkapan perusahaan untuk bisa mengantisipasi terjadinya bencana asap.Pemerintah daerah juga diminta untuk bertindak tegas terhadap perusahaan yang terbukti menjadi penyebab kebakaran hutan. Pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan kepolisian dan TNI untuk memberikan sanksi bagi perusahaan.