Skip to main content

Ini Dia...Balon Gubernur Jawa Barat 2018

istimewa
istimewa

WinNetNews.com - Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Firman Manan memprediksi akan ada tiga pasang calon yang bersaing di Pilgub Jabar 2018. Hal itu berdasarkan pemetaan koalisi partai-partai pendukung.

"Kalau dari partai saya menghitung paling tidak ada beberapa poros koalisi yang muncul," kata Firman, Selasa (20/6/2017).

Menurut dia, partai Gerindra dan PKS yang memiliki peluang besar untuk membangun poros koalisi di Pilgub Jabar. Sebab hubungan kedua partai itu sedang harmonis, berkaca dari kemenangan Anies - Sandi di Pilgub DKI Jakarta.

"PKS dan Gerindra kemungkinan komitmen membangun koalisi semi permanen. Lanjutan kemenangan di DKI Jakarta, jadi politikal chemistry nya sedang bagus-bagusnya," tutur dia.

Ia menyebut poros koalisi lainnya yang akan muncul di Pilgub Jabar 2018 itu partai PDIP yang memiliki perolehan kursi terbesar. Sehingga, sambung dia, partai berlambang moncong putih secara otomatis bisa mengusung calon sendiri tanpa harus berkoalisi.

"PDIP yang sudah 20 kursi bisa mengusung sendiri calonnya. Tapi pengalaman berbagai pilkada, walaupun bisa sendiri tapi biasanya membangun koalisi," jelas dia.

Firman mengatakan partai Golkar kemungkinan besar akan membentuk poros koalisi sendiri tidak seperti di Pilgub DKI Jakarta. Hal itu berkaca dari dua Pilgub Jabar sebelumnya yang selalu mencalonkan sendiri calon dari internal.

"Golkar yang punya 16 kursi juga bisa koalisi dengan PAN dan Hanura. Termasuk demokrat juga punya peluang membentuk koalisi, tergantung koalisi lain," kata dia.

Dia melihat berdasarkan peta koalisi partai itu, akan ada tiga pasang calon yang akan muncul. Poros koalisi partai Gerindra - PKS kemungkinan besar menduetkan Deddy Mizwar dengan Netty Heryawan.

Lebih lanjut dia menuturkan, sementara partai Golkar berpeluang menyandingkan Dedi Mulyadi bersama dengan Desy Ratnasari. Pasalnya, peluang bisa menang bersama artis bisa saja terjadi.

Sementara partai PDIP kemungkinan besar harus berkoalisi dengan partai Nasdem yang lebih dulu menggaet Ridwan Kamil untuk Pilgub Jabar 2018. Namun, tentunya partai PDIP akan menempatkan kadernya di posisi nomor dua.

"Kalau PDIP sejauh ini peluangnya berkoalisi dengan Nasdem mengusung Ridwan Kamil. Tapi kemungkinan kursi nomor dua dari PDIP ada Putri Guntur Soekarnoputra," kata Firman.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top