Ini Dia Mitos Soal Diet Yang Tidak Tepat

Ini Dia Mitos Soal Diet Yang Tidak Tepat

WinNetNews.com - Ini dia mitos soal diet yang tidak tepat. Apa saja itu?

Mengonsumsi makanan yang sama

Studi terbaru yang dilakukan oleh Hollie Raynor, Phd, profesor gizi di University of Tennerssee, Knoxville, mengungkapkan bahwa seseorang yang menjalankan diet dengan membatasi makanan, berat badannya tidak turun lebih banyak dibandingkan pejuang diet lainnya yang mengonsumsi makanan apapun yang mereka inginkan.

 

Menghitung kalori

Ketika ingin menurunkan berat badan, kualitas diet jauh lebih penting daripada jumlah kalori yang masuk. Studi di tahun 2012 yang dipublikasikan pada jurnal JAMA menemukan bahwa orang-orang yang menjalankan diet rendah karbohidrat dan glikemiknya rendah membakar lebih banyak kalori dibanding mereka yang melakukan diet rendah lemak.

 

Berlebihan dalam olahraga

Makan sedikit, banyak olahraga; kedua hal itu merupakan saran paling umum yang diberikan untuk menurunkan berat badan. Namun, kedua strategi tersebut ternyata tidak benar-benar efektif. “Penurunan berat badan itu 80% diet, 20% olahraga,” kata Craig Primack, MD, ahli pengobatan obesitas di Scottsdale Weight Loss Center, Arizona. Pembakaran kalori dari olahraga sangat kecil. Rata-rata seseorang harus berjalan 35 mil untuk membakar 3500 kalori

 

Membatasi porsi makan

Mungkin kita pernah mendengar hal ini ribuan kali: porsi makan yang kecil namun tapi sering membantu menurunkan berat badan dan mengontrol nafsu makan kita. Namun, membagi 1.200 kalori perhari untuk enam kali porsi makan bisa membuat perut kita bunyi.

 

Mengukur berat badan setiap hari

Studi pada Journal of Obesity menemukan bahwa wanita paling dirugikan dari kebiasaan menimbang berat badan setiap hari. Menurut studi dari PLOS ONE, sebaiknya menimbang berat badan seminggu sekali. Rabu merupakan hari yang bagus karena kita cenderung “lebih berat” di akhir pekan dan menurun jumlah berat badannya pada tengah minggu.