Ini Dia Tiga Hambatan Netflix Di Indonesia

Ini Dia Tiga Hambatan Netflix Di Indonesia

Sabtu, 16 Jan 2016 | 15:17 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Hadirnya web layanan streaming film, Netflix, ke Indonesia dinilai memiliki berbagai tantangan. Pengamat menilai terdapat beberapa hambatan pokok, mulai dari tingkat kepemilikan kartu kredit, kecepatan internet, hingga masalah subjudul film.

Analis Daewoo Securities Indonesia, Franky Rivan mengatakan, akhirnya Netflix yang tercatat di bursa NASDAQ AS dengan kode NFLX, merambah konsumen Indonesia pada 7 Januari 2016. Dengan jangkauannya saat ini, tak bisa ditampik bahwa Netflix adalah penyedia streaming film kelas dunia.

Ia menjelaskan, Netflix memungkinkan penggunanya untuk menonton film favorit mereka di mana saja, kapan saja, melalui hampir semua perangkat (PC, laptop, smartphone, tablet, smartTV) asalkan terhubung ke internet.

“Pikirkan Netflix seperti Youtube, tapi yang memungkinkan pengguna untuk menonton film penuh tanpa iklan apapun (dengan pembayaran bulanan),” jelasnya.

Namun, di Indonesia, Netflix bakal menghadapi sejumah rintangan. Franky merinci, Netflix Indonesia hadir dalam tiga paket bulanan, pertama, paket dasar untuk Rp109 ribu, kedua adalah paket standar senilai Rp139 ribu, dan ketiga adalah paket premium senilai Rp169 ribu. Sayangnya, pembayaran paket tersebut pada saat ini masih melalui kartu kredit.

 

“Seorang pengguna harus memiliki kartu kredit untuk mengaktifkan ID mereka. Kami menduga ini akan menjadi rintangan, karena Indonesia memiliki penetrasi kartu kredit yang rendah, hanya 5-6 persen. Dan menurut survei OECD, hanya 2 persen penduduk Indonesia memiliki kartu kredit, bandingkan dengan Malaysia di level 12 persen,” jelasnya.

Selain itu, ia mengaku telah menjajal trial Netflix selama satu bulan dan menemukan bahwa hampir tidak ada film yang memiliki sub judul Bahasa Indonesia. Hal ini menurutnya juga akan menjadi rintangan Netflix, karena tidak semua orang Indonesia memiliki kemampuan bahasa Inggris yang tinggi.

“EF English Proficiency Index (EF EPI) menempatkan Indonesia di urutan 32 dari 70 negara yang disurvei pada bulan November 2015, di bawah Vietnam dan Malaysia, untuk kemampuan moderat,” katanya.

Dari sisi jaringan, Franky juga mengaku telah menguji streaming film menggunakan layanan internet PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk yaitu Speedy dengan paket 1mbps senilai Rp600 ribu per bulan.

 

“Streaming berjalan dengan baik tetapi kualitas layar hanya 480p, tidak terlalu jelas. Kami percaya konsumen yang menggunakan koneksi internet lambat akan sulit untuk streaming film dari Netflix,” jelasnya.

“Secara akumulasi, kami menduga hanya sebagian kecil dari penduduk Indonesia akan bersedia untuk berlangganan Netflix. Karena mereka harus memiliki kartu kredit, memiliki koneksi internet yang cepat serta kemampuan berbahasa Inggris yang baik,” imbuhnya.

(seperti dilansir dari CNN Indonesia)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...