Ini Dia Wadah Komunitas Pejalan Kaki

Ini Dia Wadah Komunitas Pejalan Kaki

Minggu, 31 Jan 2016 | 18:09 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Nasib pejalan kaki di Jakarta memang tak ubahnya seperti anak tiri. Punya trotoar tapi harus mengalah dengan pemotor dan pedagang kaki lima (PKL). Belum lagi banyaknya kondisi trotoar yang rusak dan berlobang. Hak-hak pejalan kaki yang diatur dalam Undang-undang pun nyaris tak terjamah.

Melihat kondisi itu, sekelompok orang pun berinisatif membentuk wadah bagi para pejalan kaki bernama Koalisi Pejalan Kaki (KoPK). Terbentuknya koalisi ini juga tak lepas dari tragedi maut Tugu Tani. Mereka kemudian sepakat menjadikan tanggal 22 Januari sebagai hari pejalan kaki.

Pada tahun ini, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, KoPK memeringati hari pejalan kaki di lokasi terjadinya kecelakaan maut Tugu Tani pada Jumat (22/1) silam. Mereka berkumpul di trotoar samping Halte Tugu Tani untuk mengenang arwah kesembilan korban. Berbagai acara dilakukan, mulai dari tabur bunga sampai mengheningkan cipta selama 22 detik untuk menghormati para korban.

"Kami menolak lupa atas tragedi maut bagi para pejalan kaki. Pemerintah harus ingat bahwa fasilitas pejalan kaki masih sangat minim. Aturan-aturan yang ada juga belum dijalankan. Misalnya tidak ada tindakan bagi pemotor yang menerobos trotoar. Padahal, hak-hak pejalan kaki diatur melalui UU No. 29 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," ujar Ketua KoPK Alfred Sitorus.

 

Diskriminasi terhadap pejalan kaki hingga saat ini harus diakui masih terjadi. Tak hanya trotoar yang diserobot oleh pemotor dan PKL, zebra cross juga masih sedikit ditemui di jalan-jalan. Pemerintah daerah bahkan lebih suka "membuang" para pejalan kaki dengan terus membangun jembatan penyebrangan orang (JPO).

Kekhawatiran pejalan kaki akan keselamatannya di jalan cukup beralasan. Sepanjang 2015, setidaknya setiap hari sekitar 70 jiwa melayang sia-sia di jalan. Korban yang bergelimpangan tersebut merupakan akibat dari sekitar 250 kasus kecelakaan yang terjadi di Indonesia. Diantaranya sekitar 7.000 pejalan kaki harus meregang nyawa sia-sia.

Kondisi serupa nyatanya juga berlaku secara global. Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan Global Road Safety 2014 menyatakan bahwa 270.000 juta jiwa pejalan kaki tewas akibat kecelakaan setiap tahunnya. Tiga kelompok yang retan kecelakaan adalah sebanyak 23 persen pemotor, 22 persen pejalan kaki, dan 6 persen pesepada kayuh

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...