Ini Efek Samping Metformin, Obat untuk Diabetes
ilustrasi

Ini Efek Samping Metformin, Obat untuk Diabetes

Senin, 14 Sep 2020 | 08:25 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Ada beberapa jenis obat diabetes yang dapat digunakan untuk mengontrol kadar gula darah pada diabetes tipe 2. Salah satu obat yang paling sering direkomendasikan dokter adalah metformin. Obat ini bekerja dengan mengurangi kadar gula yang disalurkan hati ke aliran darah dan membuat tubuh lebih peka terhadap insulin. Namun, sama seperti dengan jenis obat lainnya, metformin memilki efek samping dalam penggunaannya, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Apa saja efek samping metformin?

Efek samping metformin jangka panjang

Diabetes melitus merupakan penyakit yang disebabkan oleh tingginya kadar gula dalam darah. Tujuan pengobatan diabetes melalui konsumsi obat adalah untuk membantu menurunkan kadar gula. Dengan begitu, gula darah bisa tetap stabil dalam keadaan normal.

Meskipun termasuk obat diabetes yang paling diandalkan, ternyata metformin tidak selalu bekerja efektif untuk setiap penderita diabetes tipe 2. Salah satu penyebabnya adalah efek samping dari obat ini yang justru melemahkan kondisi kesehatan diabetesi (penderita diabetes).

Berikut adalah jenis-jenis efek samping metformin yang berpotensi terjadi:

1. Asidosis laktat

Meski jarang terjadi, asidosis laktat berpotensi menjadi efek samping metformin yang paling serius. Asidosis laktat adalah penumpukan asam laktat dalam tubuh yang dapat berakibat fatal.

Asidosis laktat terjadi karena metformin mampu menghasilkan asam laktat dalam jumlah besar. Asam laktat sendiri adalah produk hasil metabolisme anaerob (tanpa oksigen) yang akan membuat pH darah lebih asam. Bila kadarnya sangat tinggi maka bisa menyebabkan kerusakan atau gagalnya fungsi berbagai organ tubuh.

Asidosis laktat sebagai efek samping metformin jangka panjang dapat meyebabkan gejala, seperti:

  • Nyeri otot atau merasa lemas
  • Mati rasa atau perasaan dingin di tangan dan kaki
  • Kesulitan bernapas
  • Merasa pusing, kepala berputar, lelah, dan sangat lemas
  • Sakit perut, mual disertai muntah
  • Detak jantung lambat atau tidak teratur

2. Kekurangan vitamin B12

Mengonsumsi metformin dalam jangka panjang menyebabkan menurunnya kadar vitamin B12. Kekurangan vitamin B12 dapat berisiko menimbulkan gangguan kesehatan karena vitamin ini penting untuk menjalankan fungsi DNA, produksi sel darah merah, dan fungsi biokimia lain di dalam tubuh.

Berkurangnya vitamin B12 dalam darah juga dapat menyebabkan anemia megoblastik di mana sumsum tulang tidak dapat memproduksi sel darah merah secara memadai. Meskipun terbilang langka, kondisi ini bisa terjadi jika Anda kekurangan vitamin B12 sebagai efek samping penggunaan obat diabetes ini dalam jangka panjang.

Berikut adalah gejala dari efek samping metformin yang menyebabkan kekurangan vitamin B12:

  • Perubahan warna kulit
  • Peradangan di lidah
  • Refleks tubuh berkurang
  • Merasa gelisah dan tidak tenang
  • Kemampuan mencium bau berkurang
  • Kerusakan saraf-saraf
  • Kesulitan berjalan
  • Gangguan saraf tepi tubuh seperti kesemutan pada jari, kelelahan, nyeri otot, dan cepat lupa.

3. Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi kadar gula darah yang lebih rendah dari biasanya. Jika gula darah turun drastis, hal ini berisiko menimbulkan bahaya bagi kesehatan Anda. Kondisi ini juga terkadang dijumpai sebagai efek samping dari konsumsi metformin pada penderita diabetes.

Efek samping penggunaan metformin jangka panjang yang mengakibatkan hipoglikemia akan memunculkan gejala seperti:

  • Tubuh lemas dan lelah
  • Pusing
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Kepala terasa ringan atau melayang
  • Detak jantung melambat atau semakin cepat

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...