Ini Efeknya Bila Konsumsi Daun Kelor
ilustrasi

Ini Efeknya Bila Konsumsi Daun Kelor

Kamis, 21 Nov 2019 | 18:19 | Rusmanto

Winnetnews.com - Daun kelor adalah salah satu jenis daun yang umum dikonsumsi sehari-hari di beberapa daerah di Indonesia. Berkat berbagai kandungan nutrisi di dalamnya, daun kelor dipercaya memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Namun di samping manfaatnya tersebut, terdapat juga beberapa efek samping daun kelor yang harus diwaspadai, lho!

Efek Samping Daun Kelor

Kandungan daun kelor memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Namun apabila dikonsumsi secara jangka panjang atau dalam jumlah berlebihan, tanaman kelor juga berpotensi menyebabkan efek samping bagi kesehatan.

Berikut adalah 7 efek samping daun kelor dan bagian tanaman kelor lainnya yang perlu diwaspadai!

1. Menurunkan Tekanan Darah

Salah satu manfaat daun kelor yang dipercaya masyarakat adalah mampu menurunkan tekanan darah berkat kandungan antioksidan yang ada di dalamnya.

Manfaat ini juga dapat menjadi bahaya daun kelor yang perlu diwaspadai. Kandungan alkaloid dalam tanaman kelor disebut-sebut dapat menurunkan tekanan darah. Hal ini dapat diartikan bahwa konsumsi ekstrak kelor tidak disarankan bagi Anda yang memiliki kondisi tekanan darah rendah.

2. Memperlambat Detak Jantung

Kondisi detak jantung lambat disebut juga dengan bradikardia, di mana jantung berdenyut kurang dari 60 denyut per menit.

Selain dapat menurunkan tekanan darah, kandungan alkaloid dalam daun kelor juga dapat memperlambat detak jantung apabila dikonsumsi dalam jumlah tertentu.

Belum diketahui berapa banyak alkaloid dalam daun kelor yang dapat menyebabkan kondisi ini. Namun sebagai antisipasi, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi daun kelor dalam jumlah banyak atau ekstrak daun kelor apabila memiliki gangguan irama jantung.

3. Hipoglikemia

Tanaman kelor memiliki sifat antiglikemik, artinya tanaman ini dapat membantu menurunkan kadar gula dalam darah.

Apabila tidak dikontrol, efek antiglikemik dapat berlebihan dan dapat menyebabkan hipoglikemia atau kadar gula darah terlalu rendah. Hipoglikemia ditandai dengan gejala seperti irama jantung tidak teratur, kelelahan, pucat, gelisah, berkeringat, kelaparan, mudah marah, dan kesemutan di sekitar mulut.

Apabila menggunakan tanaman kelor sebagai pengobatan untuk diabetes, maka diharuskan untuk mengontrol gula darah secara teratur. Pemeriksaan gula darah secara teratur ini bertujuan untuk menurunkan risiko menurunnya kadar gula darah secara berlebihan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...