Ini Hubungan Tetanus dan Paku Berkarat

Rusmanto
Rusmanto

Ini Hubungan Tetanus dan Paku Berkarat ilustrasi
Winnetnews.com -  Tetanus adalah infeksi serius yang disebabkan oleh spora bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini banyak ditemukan di tanah, debu, dan kotoran hewan. Ketika masuk ke tubuh, bakteri penyebab tetanus akan menghasilkan racun yang menyebabkan kerusakan pada sistem saraf pengendali gerak otot. 

Maka itu, seseorang yang terkena tetanus dapat memunculkan gejala awal seperti otot kaku dan kejang, terutama di rahang, leher, bahu, punggung, perut atas, lengan, dan paha. Nah katanya, salah satu penyebab tetanus yang umum adalah karena tertusuk paku berkarat. Benarkah anggapan ini?

Benarkah tertusuk paku berkarat adalah penyebab tetanus?

Tertusuk paku berkarat bukan penyebab utama dan satu-satunya Anda terinfeksi tetanus.  Sebetulnya, faktor utama yang jadi penentunya adalah luka di kulit dari kejadian tersebut. Anda bisa terkena tetanus jika luka dari tusukan tersebut dibiarkan terus “terbuka”, tidak dibersihkan, dan tidak dirawat dengan benar.

Benda tajam apa pun, baik itu berkarat ataupun tidak, yang menusuk dan menembus kulit akan membentuk terowongan khusus bagi bakteri apa pun untuk masuk dan menginfeksi tubuh.

Luka tersebut pun bisa menjadi “pintu masuk” bagi bakteri penyebab tetanus untuk menginfeksi tubuh. Hal ini diungkapkan oleh Dr William Schaffner, dokter spesialis penyakit menular di Vanderbilt University dalam laman Livescience.

Schaffner bahkan mengatakan ada orang yang terinfeksi tetanus hanya karena tergores pisau dapur. Ini menunjukkan bahwa sejatinya infeksi tetanus tetap sangat mungkin terjadi dari luka kecil sekalipun, terlepas dari benda apa yang menyebabkan luka tersebut.

Selain paku berkarat, berikut beberapa hal yang bisa jadi penyebab seseorang terkena tetanus:

  • Tidak mendapatkan vaksin tetanus.
  • Memiliki sistem imun yang rendah karena punya penyakit tertentu, misalnya kanker dan HIV/AIDS.
  • Mengalami patah tulang serius di mana tulang terkena infeksi.
  • Mengalami luka tusuk, seperti tindik, tato, atau obat-obatan yang disuntik.
  • Mengalami bakar yang memerlukan pembedahan tapi tertunda selama lebih dari enam jam.
  • Mengalami bakar yang menghilangkan banyak jaringan tubuh.
  • Mengalami luka akibat gigitan bintang atau serangga.
  • Mengalami bisul di kaki yang terinfeksi.
  • Mengalami luka setelah menjalani prosedur bedah.
  • Menngalami luka tembak yang dalam.
  • Mengalami infeksi gigi.

Apa Reaksi Kamu?