Ini Kronologis Kerusuhan Tanjungbalai Versi Komnas HAM

Ini Kronologis Kerusuhan Tanjungbalai Versi Komnas HAM

Kamis, 11 Agt 2016 | 17:26 | Zaenal Arifin
 Jakarta, Winnetnews.com -  Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memaparkan kronologis kerusuhan di Tanjungbalai, Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Kronologis ini berdasarkan fakta temuan dan keterangan di lapangan.

Diungkapkan Komisioner Komnas HAM yang juga Ketua Tim Pemantauan dan Penyelidikan Peristiwa Tanjungbalai Natalius Pigai, peristiwa tersebut bermula ketika seorang warga etnis China bernama Meliana (41), yang mengkritisi suara adzan dari Masjid Al-Makshum yang terdengar lebih keras dari biasanya.

Kritikan itu diucapkan Meliana sekitar seminggu sebelum kejadian dan dilakukan di sebuah warung yang dimiliki oleh anak dari penanggung jawab (nadzir) Masjid Al-Makshum.

"Semua percakapan yang dilakukan antara M dan tetangganya, tidak berkecenderungan negatif serta tidak didasarkan pada kebencian terhadap etnis dan agama tertentu," kata Natalius Pigai di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (11/8/2016).

Pada 29 Juli 2016 sekitar pukul 19.00 WIB, nadzir tersebut menyampaikan keberatan dari Meliana kepada pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan disaksikan beberapa jamaah. Setelah itu, beberapa pengurus masjid berkunjung ke rumah Meliana dan terjadi sedikit perdebatan yang mengundang keingintahuan warga sekitar.

Namun, suami Meliana menyadari kesalahan istrinya dan meminta maaf kepada pengurus masjid yang sudah kembali ke Masjid Al-Makshum.

Sekitar pukul 20.00 WIB, rumah Meliana dikelilingi oleh sejumlah orang dan diputuskan permasalahan pengeras suara diselesaikan di Kantor Kelurahan setempat.

Persoalan tersebut kemudian bisa diselesaikan setelah dilakukan mediasi dan dialog pada pukul 21.00 WIB--23.00 WIB bersama pegawai kelurahan hingga pihak kepolisian. Meliana dan keluarga juga meminta maaf atas keberatannya dengan suara adzan yang dirasa terlalu keras.

Lalu, pada rentang pukul 23.00 WIB sampai 03.00 WIB terjadi penyerangan, pengrusakan dan pembakaran yang dilakukan oleh 600--1.000 orang terhadap 15 gedung termasuk wihara, kelenteng, bangunan yayasan dan tempat tinggal Meliana.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...