Ini Manfaat Vitamin B untuk Kesehatan Jantung
ilustrasi

Ini Manfaat Vitamin B untuk Kesehatan Jantung

Jumat, 12 Jul 2019 | 14:55 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Vitamin B kompleks memberikan begitu banyak manfaat bagi tubuh, termasuk untuk memelihara kesehatan jantung Anda. Dua jenis vitamin B kompleks yang amat penting bagi jantung adalah vitamin B1 dan B2. Saking pentingnya kedua vitamin ini, asupan yang kurang disinyalir dapat menimbulkan gangguan hingga kegagalan pada jantung.

Bagaimana cara vitamin B1 dan B2 memengaruhi kesehatan jantung, dan apakah sulit menemukan sumber vitamin B kompleks dari makanan yang Anda konsumsi?

Manfaat vitamin B kompleks untuk kesehatan jantung

Vitamin B kompleks terdiri dari vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), B5 (asam pantotenat), B6 (piridoksin), B7 (biotin), B9 (asam folat), dan B12 (kobalamin). Setiap vitamin B memiliki manfaatnya masing-masing, tapi secara umum semuanya berperan dalam kesehatan sel, sistem saraf, jantung, otot, dan masih banyak lagi.

Vitamin B1, B2, B6, B9, dan B12 adalah vitamin B kompleks yang paling dibutuhkan untuk kesehatan jantung. Beragam vitamin ini melindungi tubuh Anda dari penyakit jantung, stroke, serta berbagai gangguan lain pada jantung dan sistem peredaran darah.

Namun, vitamin B1 dan B2 ternyata memegang peran yang amat besar dalam mencegah timbulnya penyakit gagal jantung. Berikut penjelasannya.

1. Vitamin B1 (tiamin)

Tiamin bekerja dengan membantu produksi neurotransmiter asetilkolin. Neurotransmiter adalah senyawa kimia yang menyampaikan sinyal pada sistem saraf. Pada persarafan jantung, asetilkolin menyampaikan sinyal antara saraf-saraf dan otot jantung agar jantung selalu berfungsi dengan baik.

Kekurangan asupan vitamin B kompleks ini berpangaruh untuk kesehatan jantung. Detak jantung menjadi tidak teratur sehingga lambat-laun mengganggu fungsi jantung dan membahayakan kesehatan. Salah satu penelitian bahkan menunjukkan bahwa sebanyak 33% dari 100 pasien gagal jantung kronis ternyata mengalami kekurangan asupan vitamin B1.

Selain itu, kekurangan asupan vitamin ini juga dapat menyebabkan penyakit beri-beri. Dampaknya adalah pembesaran jantung, penumpukan cairan pada kaki, peningkatan tekanan pembuluh vena, kerusakan saraf, serta gagal jantung kongestif. Gagal jantung kongestif terjadi ketika jantung tidak mampu memompa cukup darah ke seluruh organ tubuh. Akibatnya, darah menumpuk dalam jantung atau pada jalur peredaran darah.

2. Vitamin B2 (riboflavin)

Tingginya jumlah plasma homosistein dalam tubuh dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Pada orang yang mengalami penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi akan memperparah gangguan pada jantung. Inilah sebabnya Anda membutuhkan riboflavin. Pasalnya, vitamin B kompleks ini berguna untuk kesehatan jantung dengan cara menurunkan risiko tekanan darah tinggi.

Meskipun kasus kekurangan vitamin B2 terbilang jarang, dampaknya dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh Anda. Gejala akibat kekurangan vitamin ini adalah gangguan kulit, hiperemia (kelebihan darah), penumpukan cairan pada mulut dan kerongkongan, masalah sistem reproduksi, serta gangguan pada hati dan sistem saraf.

Penelitian lain menemukan bahwa kekurangan asupan vitamin B2 saat hamil dapat meningkatkan risiko kecacatan lahir, termasuk di antaranya kelainan pada saluran jantung. Bagi ibu hamil, kondisi ini bisa menimbulkan masalah tekanan darah yang disebut preeklampsia. Wanita yang mengalami preeklampsia berisiko 3-4 kali lebih besar terkena penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...