(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ini Nih 3 Cara Mudah Merawat Ban

Muchdi
Muchdi

Ini Nih 3 Cara Mudah Merawat Ban ilustrasi Melakukan pengecekan tekanan angin ban mobil (Ilustrasi-Toyota Astra)

WinNetNews.com - Ban satu-satunya bagian dari mobil yang bersentuhan langsung dengan aspal atau tanah. Selain menopang daya angkut, ban juga dapat berperan untuk menstabilitas laju kendaran hingga menjadi faktor penting dalam keselamatan.

Karenanya, ban wajib diperhatikan kondisinya. Masalah yang sering timbul mulai dari kondisi tekanan angin kurang atau berlebihan, aus hingga mengalami kerusakan.

Perlu dicatat tekanan angin dalam ban bisa jadi masalah, karena secara alamiah tekanan angin pada ban bisa berkurang 1-2 psi per bulan. Seperti dikutip dari situs Liputan6 dari laman Car Care Council, dikutip Sabtu (27/10/2018).

Berikut ini beberapa masalah pada ban yang bisa Anda selesaikan sendiri menurut Kevin Rohlwing, Senior VP of Training, Tire Industry Association.

1. Cek tekanan angin

Ban kurang angin Ini bisa menyebabkan masalah cukup serius, jika terjadi maka Anda tidak diperkenankan untuk mengangkut bobot berlebihan.

Ban kurang angin juga bisa mengakibatkan hilang kontrol dan kecelakaan. Karena itu, ada baiknya melakukan pengecekan angin secara berkala dan isi kembali jika kurang. Pengisian bisa dilakukan sesuai buku manual atau yang terdapat pada pintu mobil.

2. Merotasi ban

Merotasi ban secara berkala, setidaknya bisa dilakukan mulai dari 5-7 ribu mil. Rotasi ban ini dilakukan dari kiri depan ke kanan belakang dan kanan depan ke kiri belakang.

Merotasi ban dipercaya dapat memberikan kinerja yang sama di setiap bannya. Sebaliknya, jika tidak merotasi ban, biasanya ada beberapa bagian ban yang justru akan lebih cepat habis atau aus secara tidak merata.

Hal ini pula bisa mengakibatkan terjadinya getaran saat mobil dipacu, bahkan keausan yang justru meningkatkan biasa operasi.

 3. Rajin melakukan pengecekan visual

Pengemudi atau pemilik mobil juga harus melakukan pengecekan visual secara teratur. Cara ini tak perlu ke bengkel, sebab Anda cukup memeriksanya jika merasa telah melaju di kondisi jalan berlubang atau menabrak trotoar bahkan puing-puing di jalanan.

Jika terdapat tonjolan atau sayatan, hal ini bisa saja berakibat mengurangi daya tahan internal ban. Bahkan hal terburuk adalah ban bisa meledak.

Maka dari itu lakukan inspeksi visual secara rutin pada bagian ban untuk mengidentifikasi berpotensinya masalah sebellum terjadi kecelakaan.

Nah, jika Anda memang ingin melakukan perjalanan terlebih jarak jauh, ada baiknya dilakukan terlebih dahulu pemeriksaan oleh professional untuk memastikan kondisi ban  laik pakai.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});