Ini Olahraga yang Cocok bagi Penyandang PPOK
ilustrasi

Ini Olahraga yang Cocok bagi Penyandang PPOK

Selasa, 2 Jul 2019 | 10:46 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau biasa disingkat PPOK merupakan penyakit yang menyerang paru-paru dan mengakibatkan kerusakan jaringan paru. Penyakit ini biasanya membuat orang yang mengidapnya mengalami kesulitan dalam bernapas dan mudah kelelahan. Kedua alasan itulah yang kemudian membuat olahraga untuk PPOK dinilai mustahil.

Bagaimana bisa olahraga jika saya mudah sesak napas? Saya juga pasti akan gampang kelelahan. Kurang lebih, kedua kalimat itulah yang mungkin umum dijumpai pada orang dengan PPOK yang harus menjalani olahraga. Padahal, jenis olahraga untuk PPOK yang tepat dapat membantu dalam mewujudkan gaya hidup sehat. Tak perlu olahraga rumit, memahami dasarnya pun sudah cukup bagi Anda.

Olahraga dan PPOK adalah dua kata yang sering ditakuti oleh banyak pasien PPOK. Sesak napas, kelemahan, dan kekurangan energi sering dikaitkan dengan rasa takut tersebut. Namun, mempelajari dasar olahraga saat Anda menderita PPOK akan sangat membantu dalam upaya Anda menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Berikut adalah mengapa olahraga dapat membuat Anda merasa lebih baik dan beberapa olahraga terbaik bagi pasien PPOK.

Apa olahraga untuk PPOK yang sebaiknya dilakukan?

1. Latihan pernapasan

Masalah utama pada orang yang memiliki penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah pernapasan. Itu sebabnya melakukan latihan pernapasan menjadi penting. Dengan melakukan latihan pernapasan, otot pernapasan utama Anda, yaitu diafragma akan menjadi lebih kuat.

Latihan pernapasan dapat Anda lakukan dengan cara yang mudah dan tak membutuhkan alat bantu apa pun. Anda dapat melakukannya sendiri di rumah. Untuk mempraktikkan olahraga untuk PPOK yang satu ini, Anda dapat memulai dengan berbaring sambil menekuk lutut. Anda juga dapat duduk di kursi yang cukup rendah. 

Setelah berada dalam posisi berbaring atau duduk, letakkan satu tangan pada dada dan yang lainnya di bawah tulang rusuk Anda. Tarik napas perlahan lewat hidung sampai perut Anda bergerak dan menggerakkan satu tangan Anda.

Ketika Anda telah menarik napas, buanglah melalui mulut. Bentuklah bibir Anda seperti orang yang ingin bersiul agar Anda dapat membuang napas secara perlahan. Ketika mengembuskan napas, jangan lupa untuk mengencangkan perut Anda.

Jangan lupa memastikan agar tangan Anda yang diletakkan pada dada tidak bergerak. Lakukan ini selama 5 – 10 menit sebanyak tiga hingga empat kali sehari. Ketika melakukannya secara rutin, Anda akan segera terbiasa dengan cara bernapas ini.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...