Ini Penyebab Dehidrasi yang Tidak Kita Duga Sebelumnya
ilustrasi

Ini Penyebab Dehidrasi yang Tidak Kita Duga Sebelumnya

Selasa, 4 Jun 2019 | 15:43 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi pada umumnya terjadi saat tubuh kehilangan air lebih banyak yang dari kita minum. Sebagian besar kadar air tubuh hilang melalui kulit yang dikeluarkan dalam bentuk keringat. Ada banyak penyebab dehidrasi — beberapa di antaranya mungkin tidak pernah Anda duga.

Apa saja gejala dehidrasi?

Kondisi dehidrasi ringan umum terjadi, namun tidak selalu menimbulkan gejala yang berarti. Gejala dehidrasi serius baru muncul ketika sebagian besar sel tubuh sudah mulai kekurangan kadar airnya dan tidak tergantikan setelah beberapa waktu atau dikenal dengan dehidrasi sedang. Beberapa gejala yang dapat muncul akibat dehidrasi ringan hingga sedang antara lain:

  • Mengantuk
  • Mulut kering
  • Kehausan
  • Aliran urin sedikit
  • Air mata sedikit
  • Sembelit
  • Kulit kering
  • Pusing atau sakit kepala

Sedangkan gejala dehidrasi sedang hingga berat dapat menimbulkan gejala seperti:

  • Merasa amat sangat haus
  • Tidak berkeringat
  • Hipotensi
  • Jantung berdetak cepat
  • Napas terlalu cepat
  • Demam
  • Kulit berkerut
  • Mata tampak cekung
  • Urin berwarna gelap

Meskipun terdapat berbagai gejala tersebut dehidrasi sering kali tidak disadari karena kita menganggap konsumsi air minum sudah mencukupi. Padahal, penyebab dehidrasi tidak sesederhana karena kurang minum air

Berbagai kondisi kesehatan yang menjadi penyebab dehidrasi

Dehidrasi pada umumnya terjadi saat sedang bekerja pada lingkungan bertemperatur tinggi dan berolahraga ataupun mengalami gangguan kesehatan akibat mengalami luka bakar, diare dan infeksi saluran pencernaan lainnya serta mengalami gejala muntah-muntah dan demam.

Namun ternyata terdapat beberapa kondisi lain penyebab dehidrasi yang mungkin tak pernah Anda sadari, di antaranya:

1. Diabetes

Seseorang yang mengalami diabetes, terutama jika ia tidak menyadarinya, akan lebih berisiko mengalami dehidrasi. Kondisi diabetes menyebabkan dehidrasi karena tubuh akan selalu berusaha menyeimbangkan kadar glukosa darah berlebih lewat pembuangan urin yang lebih sering dari normalnya.

2. Menstruasi

Hormon estrogen dan progesteron memengaruhi kadar cairan tubuh. Saat keduanya mengalami perubahan, seperti selama menstruasi, konsumsi air rutin diperlukan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Terlebih lagi jika darah yang dikeluarkan terlalu banyak maka kehilangan cairan dapat terjadi secara besar-besaran.

3. Konsumsi obat tertentu

Beberapa jenis obat memiliki efek samping dengan cara meningkatkan frekuensi urinasi, salah satunya obat diuretik yang dikonsumsi oleh penderita hipertensi. Obat lainnya yang menyebabkan diare dan muntah-muntah akibat rasa mual juga berpotensi pada pengeluaran cairan tubuh berlebih.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...