Ini Pilihan Jenis Vaksin Booster untuk Ibu Hamil

Rusmanto

Dipublikasikan 10 hari yang lalu • Bacaan 2 Menit

Ini Pilihan Jenis Vaksin Booster untuk Ibu Hamil
detikcom
Winnetnews.com -  Kementerian Kesehatan RI mulai memberikan vaksin Booster COVID-19 pada kelompok umum (non nakes), dengan prioritas lansia dan kelompok rentan. Ibu hamil termasuk sasaran penerima vaksin booster.

"Bagi ibu hamil, penggunaan vaksin mengacu pada Surat Edaran nomor HK.02.01/1/2007/2021 tentang Vaksinasi COVID-19 bagi Ibu Hamil dan penyesuaian skrining dalam pelaksanaan vaksinasi COVI0-19," tulis Kemenkes dalam siaran pers, Kamis (13/1/2022).

Secara umum, vaksin booster diberikan kepada usia 18 tahun ke atas dan telah mendapatkan vaksin primer yakni dosis 1 dan 2 secara lengkap minimal 6 bulan sebelumnya. Vaksin booster diberikan dengan 2 mekanisme yakni homolog atau jenis vaksin yang sama, dan heterolog atau dengan jenis vaksin berbeda.

Empat kombinasi vaksin yang tersedia adalah:

  • Vaksin primer Sinovac, booster AstraZeneca setengah dosis.
  • Vaksin primer Sinovac, booster Pfizer setengah dosis.
  • Vaksin primer AstraZeneca, booster Moderna setengah dosis.
  • Vaksin primer AstraZeneca, booster Pfizer setengah dosis.

Mengacu pada Surat Edaran HK.02.01/1/2007/2021 tentang Vaksinasi COVID-19 bagi Ibu Hamil dan penyesuaian skrining dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19, jenis vaksin yang bisa digunakan untuk ibu hamil adalah vaksin dengan platform mRNA yakni Pfizer dan Moderna, serta platform inactivated virus yakni Sinovac.

Sedangkan syarat vaksin booster COVID-19 untuk ibu hamil tercantum dalam lampiran Surat Edaran HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster).

Syarat vaksin booster untuk ibu hamil:

  • Tidak demam atau suhu di bawah 37,5 derajat celsius
  • Tekanan darah normal tidak mencapai lebih dari 140/90 mmHg
  • Usia kehamilan lebih dari 13 minggu
  • Bebas keluhan preeklampsia (kaki bengkak, sakit kepala, nyeri ulu hati, pandangan kabur, tekanan darah tinggi)
  • Penyakit penyerta dalam keadaan terkontrol
  • Tidak mengidap penyakit autoimun (bila terkontrol dan tidak ada komplikasi vaksin bisa diberikan)
  • Tidak sedang mendapat pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, kelainan darah, atau menerima transfusi darah
  • Tidak sedang mendapat pengobatan imunosupresan, seperti kortikosteroid dan kemoterapi
  • Tidak pernah terkonfirmasi positif COVID-19

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ibu Hamil Juga Boleh Booster Lho! Ini Syarat dan Jenis Vaksinnya"


 

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...