Skip to main content

Ini Saran Psikolog Agar Anak Berkebutuhan Khusus Tidak Kena Bullying

Ilustrasi bullying/foto: Istimewa
Ilustrasi bullying/foto: Istimewa

WinNetNews.com - Dalam beberapa hari ini, di media sosial dihebohkan dengan video aksi bullying terhadap mahasiswa berkebutuhan di salah satu Universitas di Indonesia. Bullying memang bisa terjadi terhadap siapa saja dan anak berkebutuhan khusus, dan saat ini merupakan masalah yang rumit dan sangat butuh perhatian.

"Anak berkebutuhan khusus, terutama dengan spektrum autisme, rentan menjadi korban bullying karena perilaku dan cara berpikirnya berbeda," kata psikolog dari Universitas Indonesia, Adriana S Ginanjar.

Secara umum, bullying umumnya ditujukan pada orang-orang yang kelihatan berbeda. Biasanya dalam posisi lemah, seperti badannya kecil dan penakut

Tidak selalu fisik, bullying juga bisa terjadi secara verbal melalui ejekan dan cemoohan. Juga bullying sosial, yakni mengucilkan dalam pergaulan. "Kalau di sekolah, tiap ada pembagian kelompok tidak pernah dipilih, itu juga bullying," kata Adriana.

Beberapa sekolah yang menerima anak berkebutuhan khusus, menurut Adriana punya sesi khusus untuk sosialisasi agar tidak terjadi bullying. Sekolah menjelaskan apa saja yang menjadi kekhususan anak-anak tersebut, dan bagaimana harus menyikapinya.

Ketika terjadi bullying, tiap institusi punya kebijakan sendiri untuk menyelesaikannya. Ada yang sangat tegas dengan mengeluarkan pelaku bullying, ada juga yang menyelesaikannya secara kekeluargaan. Namun secara pribadi, Adriana berharap ada sanksi yang keras.

"Dampak dari bullying ini sangat buruk, antara lain membentuk konsep diri yang negatif," tegasnya.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top