Ini Tanggapan BMKG Tentang Broadcast Badai Siklon Tropis

Ini Tanggapan BMKG Tentang Broadcast Badai Siklon Tropis

Senin, 18 Jan 2016 | 22:04 | kontributor

WinNetNes.com - Beberapa hari lalu sempat beredar informasi soal adanya badai siklon tropis di Samudera Hindia dan berdampak bagi indonesia. Informasi yang tersebar lewat broadcast tersebut kini telah mendapatkan konfirmasi langsung dari pihak BMKG.

Pada info yang beredar tertulis bahwa akan terjadi hujan angin petir signifikan pada beberapa daerah. Disebutkan pula bahwa akan terjadi angin puting beliung sebagai dampak 'dinamo' dari badai siklon tropis. Benarkah demikian?

"Info tersebut bukan bersumber dari BMKG, dan sebagian besar tidak sesuai dengan kondisi faktual dan dapat membingungkan masyarakat," kata Deputi Bidang Meteorologi Yunus S. Swarinoto dalam keterangan tertulis, Senin (25/1/2016).

Yunus kemudian menyatakan bahwa yang terjadi per hari ini yakni pertumbuhan siklon tropis Corentin di Samudera Hindia. Titik pertumbuhan siklon tersebut yakni pada 75.9 BT 27.2 LS (Barat-Barat Daya Australia) bergerak ke arah selatan dan menjauhi wilayah Indonesia.

"Memperhatikan posisi siklon tersebut yang cukup jauh, siklon tersebut tidak memberi berdampak signifikan pada cuaca di Indonesia pada saat ini," ujar Yunus.

BMKG juga menyatakan adanya peningkatan aktifitas Monsoon dingin Asia yang berpotensi menguat dalam beberapa hari ke depan. Terjadi pula fase basah pada osilasi barat-timur (Osilasi Madden Julian) yang akan masuk wilayah maritim kontinen (Indonesia).

Menurut BMKG, angin baratan kembali muncul seiring dengan menguatnya indeks surge. Lalu juga ada Moda Dipole yang memberikan penambahan pasokan uap air, khususnya di wilayah Indonesia bagian Barat.

"Berdasarkan faktor-faktor tersebut, diperkirakan potensi hujan akan meningkat dalam beberapa hari kedepan khususnya di wilayah; Sumatera bagian Selatan, Jawa, Jabodetabek, Bali, NTB, Sulawesi Selatan dan Tenggara, Maluku bagian Tengah dan Papua bagian tengah," papar Yunus.

BMKG memprediksi terjadinya peningkatan tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Barat, Laut Natuna, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Perairan Kep. Sangihe, Laut Maluku, Perairan utara Papua dan Papua Barat.

Sumber Detik 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...