Ini yang Dilakukan WNI yang Masih Tertinggal di Wuhan
ilustrasi

Ini yang Dilakukan WNI yang Masih Tertinggal di Wuhan

Kamis, 13 Feb 2020 | 16:39 | Rusmanto

Winnetnews.com - Reza, salah seorang mahasiswa yang masih berada di Wuhan, Tiongkok, terus berupaya menjaga kesehatannya di tengah wabah novel coronavirus. Bagaimana cara Reza tetap terhindar dari virus mematikan itu?

WNI di Tiongkok terisolasi di tengah wabah coronavirus

image0

Sejak 23 Januari 2020, Wuhan dan 13 kota lainnya di Provinsi Hubei, China, diisolasi. Akses dari dan ke Wuhan dibatasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah 2019 novel-coronavirus. 

Pada awal Februari, pemerintah China akhirnya mengizinkan evakuasi warga negara asing oleh pemerintahnya. Warga negara asing yang bisa dievakuasi harus memenuhi syarat sehat termasuk suhu tubuh dalam kondisi normal. 

Penjemputan WNI di Tiongkok dilakukan pada Minggu (2/2). Sebanyak 238 warga negara Indonesia pulang ke Tanah Air. Mereka kemudian menjalani karantina di kompleks militer di Natuna, Kepulauan Riau, selama 14 hari sebelum dikonfirmasi bersih dari coronavirus.

Tapi Reza salah satu dari tiga mahasiswa Indonesia yang ditolak untuk ikut dalam rombongan evakuasi. Ia tidak lolos pemeriksaan thermal scanner, tubuh Reza berada di suhu 37,5 derajat celcius dan dinyatakan demam.

“Karena saat itu sedang gerah, jadi suhu tubuh ikut naik,” tutur Reza. 

Setelah itu Reza melakukan cek darah dan cek suhu tubuh selama lima kali setiap satu jam. Di pengecekan kedua suhu tubuh Reza berhasil turun ke angka di bawah 37 derajat celcius, tapi pesawat sudah lepas landas. Reza gagal lari dari Wuhan. Ia lunglai meninggalkan Bandara Tianhe kembali ke asrama kampus.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...