(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ini yang Terjadi Jika Jokowi Setujui Gagasan Pungutan BBM Sudirman Said

Rani
Rani

Ini yang Terjadi Jika Jokowi Setujui Gagasan Pungutan BBM Sudirman Said

WinNetNews.com - Rencana Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas penurunan harga BBM sebesar 200 rupiah untuk dijadikan dana pungutan Ketahanan Energi, banyak menuai protes dari berbagai kalangan.

Bahkan anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Gerindra Ramson Siagian, berpendapat bahwa rencana pungutan BBM oleh Menteri ESDM, Sudirman Said, itu akan membahayakan posisi Jokowi sebagai presiden RI.

Dilansir dari Teropong Senayan, Ramson mengingatkan presiden agar tidak terjebak untuk menyepakati rencana kebijakan yang digagas oleh Sudirman Said itu. Ramson mengatakan, rencana kebijakan tersebut tidak memiliki legitimasi hukum yang jelas.

Baca juga artikel: Pungutan Dana Ketahanan Energi Diundur

"Kalau Presiden Jokowi mau ikut-ikutan memeras rakyat dengan melakukan pungutan semisal Rp200-Rp 300 per liter premium dan solar harus dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) yang ditandatangani Presiden. (Pungutan) Itu bisa menjadi jebakan ke Presiden, karena rakyat merasa diperas dan akan melakukan perlawanan, itu berbahaya," ujar Ramson di Jakarta, Rabu (30/12/2015).

Ramson menyatakan, tidak menutup kemungkinan kebijakan tersebut justru akan menjadi pukulan bagi presiden. Karena akibat kebijakan tersebut, lanjut dia, bisa saja rakyat menggalang kekuatan massa sebagai kritik terhadap langkah itu.

"Ya kalau dipaksakan, dan rakyat merasa dipaksa dan diperas ya kemungkinan itu ada," pungkasnya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});