Ini yang Terjadi Pada Tubuh Jika Tidur saat Sedang Marah
Foto: Pexels/Craig Adderley

Ini yang Terjadi Pada Tubuh Jika Tidur saat Sedang Marah

Rabu, 16 Sep 2020 | 17:34 | Nurul Faradila

Winnetnews.com - Tidur dengan kondisi emosi yang tinggi, dapat berdampak buruk bagi diri sendiri. Sehingga disarankan untuk selalu bisa menyelesaikan masalah, sebelum pergi tidur. Jika masalah tersebut belum selesai dan kita membiarkannya, maka saat bangun kita hanya akan memiliki perasaan negatif yang bisa menyebabkan persoalan semakin membesar.

Merangkum dari Bright Side, berikut ini beberapa alasan kenapa kita tidak boleh tidur dalam keadaan marah.

Kualitas tidur berkurang

Stres dan perasaan berat dapat memicu respon melawan-atau-lari, serta membuat tubuh kita selalu dalam posisi waspada. Ketika berada dalam keadaan ini, tidur akan menjadi lebih sulit. Jika sudah berhasil tidur pun, kita tetap akan merasa terganggu dan menyebabkan kelelahan saat bangun.

Marah buruk untuk kesehatan

Para ahli menentukan bahwa kualitas tidur memengaruhi kesehatan seseorang. Tidur di malam hari, dapat bertindak sebagai “terapi semalam” yang bisa menstabilkan emosi kita, sehingga dapat mengatasinya keesokan paginya. Namun rasa marah dan stress dapat merusak proses ini.

Emosi negatif melepaskan hormon stress, membuat kita mudah tersinggung, dan banyak gejala mengkhawatirkan lainnya yang muncul. Dalam jangka panjang, kebiasaan tidur dengan keadaan marah dapat menyebabkan insomnia, tidur gelisah, dan mimpi buruk, hingga depresi.

Selalu ingat pengalaman tidak menyenangkan

Penelitian mengungkapkan bahwa kita kurang bisa menekan pengalaman negatif setelah tidur. Tidur malah dapat memperbesar emosi, pikiran, dan masalah apapun. Ketika kita tidur, otak memproses informasi baru dan menyimpannya ke dalam memori jangka panjang. Sehingga amarah yang masuk ke dalam ingatan jangka panjang, akan diingat untuk waktu yang lama.

Merusak hubungan

Tidur dengan suasana hati tidak baik, dapat menjadikan sebuah hubungan beracun. Pasalnya, kita akan mengasosiakan waktu tidur dengan kemarahan alih-alih kenyaman dan koneksi dengan pasangan. Jika hal ini dilakukan secara berulang, maka dapat membuat hubungan berakhir.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...