(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Inidia Penjelasan Peneliti LIPI Terkait Likuifaksi

Rusmanto
Rusmanto

Inidia Penjelasan Peneliti LIPI Terkait Likuifaksi ilustrasi

WinNetNews.com - Kondisi wilayah Petobo, Palu Selatan, Sulawesi Tengah (Sulteng), masuk zona terparah yang terkena efek gempa 7,4 magnitudo. Ratusan rumah seolah hilang ditelan bumi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan fenomena likuifaksi atau pencairan tanah itu terjadi.

Peneliti Puslit Geoteknologi LIPI Adrin Tohari mengatakan fenomena likuifaksi terjadi pada lapisan tanah pasir. Pergerakan tanah terjadi karena hilangnya kekuatan lapisan tanah pasir di wilayah tersebut.

"Jadi likuifaksi ini terjadi karena lapisan tanah pasir bukan tanah bebatuan yang gembur istilahnya," kata Adrin dalam diskusi bertajuk 'Gempa dan Tsunami Donggala di Sesar Aktif Palu Koro' di LIPI, Jalan Sangkuriang, Kota Bandung, Rabu (3/10/2018).

Menurutnya likuifaksi yang terjadi di Palu dipicu guncangan gempa besar lebih dari 6 SR. Selain itu, sambung dia, guncangan gempa berlangsung lebih cukup lama.

Jarak wilayah dengan pusat gempa juga menentukan potensi likuifaksi. Wilayah yang semakin dekat dengan titik gempa, kata dia, maka potensi terjadinya likuifaksi semakin besar.

"Daerah pesisir yang dekat dari sumber gempa akan lebih potensi terjadi likuifaksi. Apalagi situasi di Palu itu kondisi muka air tanah yang dangkal," ungkap Adrin. (detikcom)

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});