Inilah 4 Kuliner Tradisional yang akan Tampil di Jambore WSFC

Inilah 4 Kuliner Tradisional yang akan Tampil di Jambore WSFC

Selasa, 19 Apr 2016 | 10:00 | Nadia Chevina
WinNetNews.com - WSFC (World Street Food Congress) atau kongres jajanan makanan dunia akan hadir besok di Filipina. Empat penjaja kuliner Indonesia pun turut ambil bagian dalam acara internasional ini.

Penjaja makanan kaki lima atau street food tak bisa dianggap sepele. Selain berfungsi melestarikan makanan tradisional, kekuatannya sebagai penopang ekonomi rakyat cukup besar.

Lebih dari 20 chef dan penjaja street food dari berbagai negara akan turut ambil bagian dalam Jambore. Di arena ini akan mereka menjual makanan andalan dari negara masing-masing.

WSFC tahun lalu berlangsung sukses di Singapura. Saat itu 4 penjaja kuliner tradisional Indonesia turut ambil bagian. Soto Ayam Pak Sadi, Gudeg Yu Nap, Ayam Taliwang dan Kupat Tahu Gempol.

Suksespun diraih oleh keempat penjaja kuliner yang empat malam berturut-turut ‘sold out’ 2 jam sebelum jambore ditutup. Mereka dibanjiri pengunjung yang justru orang asing dan orang Singapura.

Tahun ini 4 penjaja kuliner Indonesia yang ikut tampil adalah Ayam Bakar Taliwang, Iga Bakar Bali, Sate Maranggi dan Markobar. Sejak dua hari lalu mereka sudah berada di Manila untuk melakukan sejumlah persiapan.

image0

sumber gambar: google


Chef Lambon yang bernama asli I Gusti Made Sukadana, seorang chef yang datang dari Bali. Kali ini chef yang berpengalaman memasak hidangan tradisional Bali untuk upacara dan warung akan membuat Iga Babi Bakar Khas Bali.

Pemilihan iga babi karena di Manila daging ini banyak disukai masyarakat. ‘Mereka harus mengenal rasa dan bumbu eksotik Bali,’ demikian tutur chef yang murah senyum ini.

Iga Bakar Bali akan disajikan dengan potato wedges dan sambal matah. Sebelumnya iga direndam bumbu lengkap termasuk bumbu ngohiong. Lalu dibakar di atas bara api arang.

image1

sumber gambar: google


Makobar atau Martabak Kota Barat yang dikelola Arif dan Gibran Rakabuming Raka mengirimkan tim untuk sajikan martabak a la pizza ini. Tentunya tak bisa semua rasa bisa disajikan di acara ini.

Karena rasanya manis, Satria, sebagai koordinator tim yakin martabak ini akan disukai banyak orang. Nantinya martabak akan dijual per seperempat potong. ‘Saya berharap pembeli juga akan mengantre seperti di Jakarta dan kota-kota lain,’ ujarnya.

Tahun ini untuk ketiga kalinya WSFC digelar. Kali ini giliran Filipina menjadi tuan rumah. Acara akan digelar muali tanggal 20-24 April 2016 bertempat di Bonifacio Global City Philipines.

Dilansir: detik

Foto: google(dot)com 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...