Inilah Alasan Bunga Mawar Merah Sangat Spesial Untuk Mengungkapkan Cinta di Hari Valentine

Rusmanto
Rusmanto

Inilah Alasan Bunga Mawar Merah Sangat Spesial Untuk Mengungkapkan Cinta di Hari Valentine ilustrasi

Winnetnews.com - Valentine atau hari kasih sayang yang dirayakan setiap 14 Februari tiap tahunnya ini menjadi momen kala bunga mawar merah jadi primadona dan bunga paling diburu dalam setahun.

Di abad ke 17 perayaan valentine menjadi sebuah tradisi umum di seluruh dunia. Di momen itu biasanya terjadi proses tukar-menukar kartu ucapan, surat, dan hadiah. Namun bunga mawar merah dan cokelat jadi dua hadiah paling identik dengan valentine.

Bunga mawar khususnya mawar merah memang menjadi bunga perlambang cinta. Ini sebabnya, permintaan akan bunga tersebut melonjak di bulan Februari.

"Bunga paling laris di valentine itu mawar yang warna merah. Disusul sama mawar yang warna lain juga. sisanya ya anggrek, lily, anyelir atau carnation, krisan, bunga matahari dan bunga-bunga lain yang akrab di telinga pokoknya," ujar Dian, tukang bunga di Pasar Kembang Cikini.

Tak cuma di Jakarta, di kota lain seperti Padang. Bunga mawar merah juga jadi buruan saat Valentine.

"Kenaikan pesanan bunga hampir 40 persen, yang paling banyak mawar merah dan pink," kata florist dan penjual bunga di Padang, Insi Hidayatul Husna.

Pesanan bunga di Hari Valentine tetap laris meski harga bunga melonjak tajam. Insi menyebut harga bunga mawar merah meningkat 100 persen, sedangkan mawar pink 80 persen.

Menurut pengamat Sosial Vokasi Universitas Indonesia Devie Rahmawati, tradisi bunga sebagai alat komunikasi digunakan untuk menyampaikan pesan maupun perasaan. Tradisi ini dilakukan sudah lebih dari 60 ribu tahun di zaman Yunani, Roma, Mesir dan Cina yang kemudian berkembang hingga saat ini.

Devie mengungkapkan ketika ingin menyampaikan pesan, bunga dijadikan sebagai sarana untuk mengungkapkan perasaan dan cara berpikir seseorang. Bahkan setiap bunga, warna, dan bentuknya memiliki makna sendiri.

Namun pernahkah Anda berpikir mengapa mawar merah menjadi lambang cinta? Alasan pastinya mungkin ada beragam. Namun, mawar merah jadi lambang cinta, khusunya di hari Valentine ini bisa dilacak dari sejarahnya.

Mawar merah menjadi simbol ikonik yang masyur dalam sejarah Yunani dan Romawi. Bunga ini terikat pada Aphrodite atau Venus, si dewi cinta. Sejarah lain mengungkapkan bahwa mawar merah juga dikaitkan dengan kebaikan hati Perawan Maria. Merunut sejarah, berdasar floriography (bahasa bunga), mawar merah juga sudah bicara tentang simbol romantisme dan kencan sejak era Victorian sampai Romawi.

Mengutip Desert Sun dari Elite Daily, orang kaya Romawi akan memenuhi kamarnya dengan kuncup bunga mawar sebelum mulai bercinta. Tujuannya untuk membuat tempat tidur jadi lebih lembut dan harum.

Di masa-masa berkembangnya sastra, bahasa cinta mawar merah semakin membara. Puisi klasik Prancis 'Roman de la Rose,' Guillaume de Lorris and Jean de Meun menggunakan bunga mawar untuk menggambarkan seksualitas perempuan saat menggambarkan kesempurnaan cinta.

Hanya saja kepopuleran bunga mawar untuk kisah cinta tak bisa lepas dari upaya Shakespeare dengan kata-katanya yang puitis. Ini didukung juga dengan karya Gertrude Stein. Keduanya bermain dengan kata-kata puitis dengan tambahan selipan mawar merah yang makin mengidentikkan mawar merah dengan cinta, kasih sayang, dan romantisme yang berani, berkobar, dan penuh gairah.

Sejak saat itu, mawar pun identik dengan simbol cinta dan romantisme sampai saat ini.

"Dulu bunga itu diidentikkan dengan kesuburan. Kesuburan identik dengan cinta. Itu yang kemudian melatarbelakangi bunga, khususnya mawar menjadi simbol cinta. Karena itulah mawar merah selalu menjadi pilihan favorit untuk mengungkapkan cinta dan kasih sayang," ujar Devie.

Lalu mengapa harus merah?

Mengutip dari theflowerexpert, sejak 1700-an bunga diperkenalkan oleh Charles II dari Swedia sebuah seni Persia yang disebut 'bahasa bunga' ke Eropa. Setiap bunga memiliki warna yang berbeda. Lewat kiriman bunga, kita juga bisa mengekspresikan pesan-pesan tersembunyi.

Warna merah diasosiasikan sebagai warna yang menggambarkan cinta dan romantisme. Selain itu merah juga merupakan warna yang memberi semangat bagi orang yang kelelahan.

"Respons manusia terhadap warna adalah hal yang emosional. Dan bunga bisa menjadi katalis untuk perasaan yang menstimulasi semua indera, baik penglihatan atau bau," kata Leatrice Eiseman, Executive Director dari Pantone Color Institute.

Apa yang bisa lebih romantis daripada mawar merah di hari Valentine yang penuh kasih sayang?

 

 

 

Artikel ini telah tayang di www.cnnindonesia.com dengan judul "Melacak Asal-usul Mawar Merah Jadi Tanda Cinta saat Valentine"

Apa Reaksi Kamu?