Inilah 'Ancaman' Terbesar Untuk Jokowi
Sumber : Istimewa

Inilah 'Ancaman' Terbesar Untuk Jokowi

Senin, 28 Mei 2018 | 05:10 | Oky

Winnetnews.com - Jokowi sebagai calon petahana bisa saja terancam posisinya jika saja Susilo Bambang Yudhoyono, Gatot Nurmantyo dan Prabowo Subianto ‘bersatu’.

Hal itu tertuang dalam hasil survei Alvara Research Center yang dirilis di Hotel Oria Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (27/5/2018).

Menurutnya, ketiga nama tersebut menjadi penentu apakah poros ketiga bisa terbentuk atau tidak. Demikian disampaikan CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali.

“Salah satu kunci terbentuknya poros ketiga dipegang Gatot Nurmantyo,” bebernya.

Kendati demikian, Gatot masih harus berupaya keras untuk ‘menaklukkan’ sejumlah partai politik.

“Karena itu lobi-lobi politik dari Gatot sebenarnya yang bisa untuk poros ketiga atau tidak,” jelas Hasanuddin.

Selain Gatot, lanjut Hasanuddin, masih ada faktor lain yang bisa menjadi pemicu terbentuknya poros ketiga di Pilpres 2019 mendatang.

Hal itu tergantung para elit parpol yang juga memiliki andil besar. Sebab sejauh ini, masing-masing parpol masih ngotot dengan pencalonan orang di internalnya.

Salah satu contohnya adalah Partai Gerindra yang ngotot dengan pencalonan kembali Prabowo Subianto untuk menantang Jokowi kali kedua.

Di sisi lain, PKS juga sampai saat ini masih setia mendukung mantan menantu Presiden Soeharto tersebut. Sementara Demokrat diperkirakan tidak akan rela memberikan tiketnya kepada orang di luar partainya.

“Kuncinya ada di pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan Prabowo. Kalau dua tokoh itu belum ketemu kemungkinan agak susah,” jelas Hasanuddin.

Jika dilihat dari konstelasi koalisi partai, Hasanuddin menyebut tak menutup kemungkinan terbentuknya poros ketiga.

Sebab, syarat presidential treshold sebanyak 20 persen suara parlemen atau 25 persen suara nasional, masih mungkin terpenuhi.

“Kalau Demokrat ketemu PKB dan PAN itu cukup. Gerindra dan PKS cukup,” katanya.

“Kemungkinan 3 nama masih mungkin karena syarat pencalonan dari partai masih cukup, masih bisa,” pungkas dia.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...