(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Inilah Arti Gaya Berjalan Bagi Kesehatan Tubuh

Nadia Chevina
Nadia Chevina

Inilah Arti Gaya Berjalan Bagi Kesehatan Tubuh

WinNetNews.com - Gaya berjalan seseorang bukan hanya menunjukkan kepribadian atau sifat. Dari gaya berjalan, kondisi kesehatan tubuh seseorang juga bisa terlihat loh.

Para ahli berpendapat gaya jalan mencerminkan kondisi yang dialami tubuh. Misalnya orang dengan diabetes biasanya jalan lebih lambat daripada orang kebanyakan atau langkah kaki yang pendek menandakan adanya nyeri sendi.

Melansir detikHealth, berikut arti gaya jalan seseorang dilihat dari segi kesehatan.

1. Berjalan dengan langkah pendek

Langkah pendek dapat menunjukkan osteoarthritis pada pinggul, karena salah satu atau kedua pinggul tidak dapat berayun sejauh yang ia bisa. Jika Anda wanita, itu bisa jadi karena efek penggunaan sepatu hak tinggi.

Penelitian yang sudah dimuat di Journal Of Sexual Medicine menunjukkan otot panggul yang 'terblokir', mungkin berhubungan dengan gangguan psikoseksual yang bisa mengganggu kemampuan untuk merasakan orgasme vagina.

2. Tidak mengayunkan tangan

Ketika berjalan, orang akan mengayunkan lengan ke sisi yang berlawanan dengan langkah kaki untuk memberi dukungan pada punggung bawah. Jika seseorang berjalan tanpa mengayunkan tangan, bisa dipastikan ada gangguan di bahu, leher atau punggungnya.

Hal ini bisa menandakan adanya otot yang terpuntir dalam waktu lama. Jika dibiarkan dapat membuat saraf terjepit ataupun radang sendi.

3. Berjalan menyeret

Berlawan dengan sebelumnya, orang yang berjalan menyerat biasanya memiliki kekuatan otot-otot yang lemah. Bisa juga dikarenakan penyakit parkinson yang membuat kontrol otak terhadap otot kaki dan gerakan mengendur sehingga kaki seperti terseret.

Selain sering menyeret kaki, pasien parkinson juga biasanya memiliki keseimbangan yang buruk, dengan gaya jalan tubuh agak condong ke depan atau belakang. Akibatnya mereka rentan jatuh dan menyebabkan cedera.

4. Berjalan dengan 'menampar' tanah

Berjalan 'menampar' tanah diartikan sebagai gaya jalan yang mengangkat lutut tingg-tinggi sehingga telapak kaki hanya sebentar menyentuh tanah. Kondisi ini umum ditemui pada pengidap diabetes untuk menghindari terjadi cedera dan luka pada kaki.

Diabetes tak terkontrol dapat menyebabkan jenis kerusakan saraf yang disebut neuropati motorik, yang mempengaruhi saraf yang mengirimkan sinyal ke otot-otot di kaki untuk melaksanakan gerakan.

Stroke dan penyakit motor neuron juga dapat merusak atau melemahkan otot-otot ini, seperti sciatica, yakni iritasi atau kompresi saraf siatik (yang berjalan dari punggung bawah ke kaki).

5. Jalan lambat

Seseorang yang berjalan dengan lambat meskipun berbadan sehat dan tidak kelebihan berat badan ternyata berisiko tinggi memiliki penyakit. Pakar mengatakan diabetes, nyeri sendi hingga demensia mengintai mereka.

"Seseorang yang masih muda, bugar dan sehat, rata-rata akan berjalan 1,2 hingga 1,4 meter per detik. Jika Anda memiliki arthritis yang relatif ringan atau sakit dan nyeri lainnya, kecepatan berjalan akan mulai menurun. Orang yang menderita arthritis cenderung jalan kurang dari 1 meter per detik atau sangat buruk 50 cm per detik," jelas Dr Tony Redmond, ahli penyakit kaki akademik di University of Leeds.

Dilansir dari detikhealth

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});