Inilah Fakta Menarik Tas Hermes Birkin yang Belum Banyak Diketahui

Inilah Fakta Menarik Tas Hermes Birkin yang Belum Banyak Diketahui

Jumat, 22 Jan 2016 | 15:10 | Nadia Chevina
WinNetNews.com - Mendengar merk Hermes, hampir semua orang mulai 'ngeh' dengan keberadaan brand berlambang kereta kuda. Apalagi banyak selebriti Tanah Air yang wara-wiri di televisi memamerkan tas berbentuk kotak dan bergembok tersebut.

image0

(sumber gambar: google)


Salah satu yang sering disinggung adalah Hermes Birkin. Lantas apa yang membedakan Hermes Birkin dengan jenis Hermes lainnya? Apa yang membuatnya bertahan menjadi salah satu tas termahal di dunia saat ini?

Hermes Birkin telah lama menjadi simbol dari status kelas atas. Selain harganya yang mencapai ratusan juta rupiah untuk satu buah tasnya, Hermes Birkin hanya dijual di toko-toko Hermes resmi tertentu. Selain itu tidak bisa sembarang orang membeli tas tersebut, melainkan untuk orang-orang yang telah terdaftar sebagai pelanggan VIP.

Berdasarkan penelitian dari penjual barang bekas online, Bag Hunter, nilai Hermes Birkin telah meningkat lebih dari 500% dalam 35 tahun terakhir. Sehingga tas ini dianggap mempunyai nilai investasi yang lebih baik ketimbang pasar saham. Nilai dari Hermes Birkin bahkan diperkirakan akan naik kembali sebanyak dua kali lipat dalam 10 tahun ke depan.

Bagi Anda yang berminat untuk investasi Hermes Birkin, berikut beberapa hal yang mungkin belum Anda ketahui tentang tas mahal favorit sosialita Eropa.

Asal Nama Birkin

Jane Mallory Birkin adalah seorang ikon fashion ternama kelahiran Inggris yang menetap di Prancis. Pada tahun 1981, secara tidak sengaja Birkin duduk bersebelahan dengan CEO Hermes, Jean Louis Dumas di dalam pesawat dalam perjalanan dari Paris menuju London.

Saat itu, Birkin yang sedang memakai tas Hermes Kelly tidak sengaja menjatuhkan semua barang yang ada di dalam tasnya. Ia mengeluhkan ketidakpraktisan tas Hermes Kelly yang tidak mampu memuat banyak barang. Saat itu juga desain tas Hermes Birkin dibuat di atas sebuah kantung kertas muntah oleh CEO Hermes. Sampai sekarang kisah ini masih menjadi legenda di dunia fashion.

Koleksi Tas Hermes Jane Birkin

Mungkin dalam bayangan Anda, Jane Birkin mempunyai semua koleksi Hermes Birkin. Kenyataannya, sampai tahun lalu, Birkin mengaku hanya mempunyai 5 tas Hermes dengan jenis dari namanya ini. Sebab ia akan memakai tasnya sampai rusak, hancur dan tidak dapat dipakai lagi. Setelah itu baru ia akan menggantinya dengan yang baru.

Namun, tidak lantas tas yang rusak ia buang begitu saja. Birkin justru melakukan lelang untuk tas-tas yang telah dipakainya. Kemudian uangnya akan ia gunakan untuk kegiatan sosial atau amal.

Aksesori Tas Hermes Jane Birkin

Birkin mengaku ketika memiliki tasnya sendiri, ia terbiasa menghiasnya dengan berbagai aksesori. Menurutnya hal itu akan menghilangkan kesan formal dan sombong dari tasnya. Serta lebih sesuai dengan gaya santai orang Prancis.

Royalti dan Amal

Pada awalnya, pertukaran yang terjadi antara Hermes dan Jane Birkin hanya sebatas tas dengan penggunaan nama Birkin untuk koleksi tas Hermes ini. Walaupun Jane Birkin bukan seorang brand ambasador untuk tas Hermes, ia menerima bayaran untuk penggunaan namanya per tahun.

Berdasarkan data dari Telegraph, bayaran ini mencapai Rp 420 juta rupiah pada tahun 2012, yang kemudian didonasikan oleh Birkin untuk acara amal. Pada tahun 2011, Jane Birkin melakukan lelang untuk tas Hermes Birkinnya melalui situs eBay dan laku terjual dengan harga mencapai Rp 1,4 miliar. Wow!

Menurut data dari Wall Street Journal, tas Hermes Birkin paling mahal yang pernah ditemukan adalah seharga Rp 3,1 miliar rupiah milik wanita bernama Christie yang memenangkan lelang di Hongkong. Tas ini berwarna fuschia, terbuat dari kulit buaya dan bertatahkan berlian dan emas putih dengan berat 18 karat.

Meski dibandrol tinggi, tak menyurutkan niat para fashionista untuk mendapatkan tas sakral tersebut. Banyak cerita menarik tentang sulitnya mendapatkan tas Hermes Birkin.

Banyak orang berharap dapat menjalin hubungan yang baik dengan pekerja yang ada di butik Hermes, sehingga mereka akan mudah mendapatkan info mengenai koleksi terbaru Hermes Birkin. Kenyataannya ini sangat sulit dilakukan. Namun jika sewaktu-waktu Anda melewati toko resmi Hermes dan mendapati Hermes Birkin tersedia, berarti Anda beruntung.

Proses Pembuatan Hermes Birkin

Untuk memproduksi sebuah tas Hermes Birkin dibutuhkan waktu 48 jam yang dikerjakan seorang seniman pembuat tas profesional. Tidak hanya jenis Birkin, setiap tas dikerjakan oleh satu orang di rumah produksi Hermes. Sementara itu, masing-masing bagian tas akan dikerjakan oleh orang yang berbeda-beda. Walau 48 jam terdengar hanya seperti 2 hari saja, namun ini akan memakan waktu 1 minggu untuk menghasilkan 1 buah tas Hermes.

Hal menakjubkan selanjutnya adalah semua pengerajin tas Hermes hanya memakai peralatan mereka sendiri untuk melakukan produksi. Berdasarkan data dari Telegraph, tidak ada pengrajin yang menggunakan alat-alat yang tersedia di kantor. Mereka hanya menggunakan peralatan pribadi.

Warna Terang dan Mencolok

Ketika mendengar nama Birkin, mungkin di benak Anda hanya melihat tas dengan warna netral. Namun tidak dengan Hermes Birkin. Jenis ini telah dikeluarkan dalam warna-warna pelangi, dan yang paling banyak adalah jenis dari warna biru. Menurut data dari BBC, sejak debutnya, Hermes telah memproduksi lebih dari 25 jenis warna biru saja, seperti Blue Jeans, Mykonos, dan Blue Roi.

Hermes Himalayan

image1

(sumber gambar: google)


Satu lagi fakta menarik yang mungkin Anda tidak tahu bahwa Himalayan bukan nama untuk jenis Hermes Birkin. Himalayan merupakan sebutan untuk jenis warna. Ketika mendengar nama Himalayan, banyak orang menduga ini merupakan salah satu jenis dari tas Hermes Birkin.

Sedangkan sebenarnya Himalayan mengarah pada jenis warna yang serupa dengan warna salju di puncak gunung Himalaya. Bahkan banyak yang mengira bahwa nama Hermès Himalayan Crocodile Birkin adalah asal usul dari buaya yang kulitnya dijadikan bahan pembuatan tas ini. Buaya menyukai tempat-tempat yang hangat, sedangkan Himalaya? Bukankah di sana terasa sangat dingin?

Jane Birkin Menarik Namanya dari Hermes

Berdasarkan data dari Yahoo!News, sejak tahun 2015, Jane Birkin tidak lagi menginginkan namanya dipakai dalam koleksi tas Hermes Birkin yang terbuat dari kulit buaya. Tas ini diperkirakan mencapai Rp 550 juta, yang menuai protes dari banyak aktivis hewan dilindungi.

Jane Birkin pernah menyatakan kekecewaannya dalam sebuah kalimat, "Saya telah mendapatkan peringatan tentang praktik kejam pada buaya yang dilakukan oleh Hermes. Sehingga saya telah meminta Hermes untuk tidak memakai nama saya lagi sampai mereka kembali mematuhi aturan internasional yang berlaku dengan baik."

Kelompok aktivis hewan dilindungi yang bernama People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) kemudian merilis sebuah video. Video berisi tentang kekejaman perlakuan dan pembunuhan buaya di sebuah perternakan milik Pandega Holdings di Texas yang diduga disubsidi oleh Hermes.

Mengetahui bahwa Jane Birkin langsung mencabut namanya dari Hermes, PETA mengungkapkan kelegaannya. "Terima kasih untuk Nyonya Birkin untuk mengakhiri hubungan dengan Hermes. Setelah ini tidak akan ada lagi hewan yang ditangkap dan dibunuh dengan cara yang tidak beradab," ungkap Ingrid Newkirk selaku Presiden dan Co-Founder dari PETA.

Awalnya tidak ada komentar yang keluar dari pihak Hermes untuk menanggapi hal ini, namun ketika video tersebut beredar, Hermes memberikan pernyataannya. "Kami sangat terkejut dengan kabar dan video yang beredar. Pernyataan dari Jane Birkin tidak melambangkan persahabatan yang telah lama kami jalin selama ini. Kasus ini sedang diinvestigasi. Kabar terakhir yang kami dapat bahwa perternakan tersebut terbukti tidak ada hubungannya dengan Hermes. Semua perawatan dan pemeliharaan dari hewan-hewan yang kami gunakan kulitnya telah kami lakukan berdasarkan aturan yang berlaku."

Jadi apakah ini cukup menambah pengetahuan Anda mengenai tas dengan harga yang tercatat salah satu paling mahal di dunia, Hermes Birkin?  

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...