Inilah Keuntungan Memiliki Berat Badan Berlebih Loh

Inilah Keuntungan Memiliki Berat Badan Berlebih Loh

WinNetNews.com – Mendengar kata kelebihan berat badan atau obesitas, membuat beberapa orang menjadi stress. sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang gemuk bisa berumur lebih panjang dibanding orang yang beratnya normal.

Melansir kompas, Dr.Pierluigi Costanzo, ahli kardiologi dari Inggris, mengatakan bahwa secara umum obesitas memiliki risiko kematian lebih besar. Belum lama ini Costanzo mempublikasikan studinya di Annals of Internal Medicine yang menemukan bahwa di antara pasien diabetes melitus, mereka yang kegemukan justru hidup lebih lama dibanding yang beratnya normal.

Meski demikian, paradoks obesitas tidak berarti kita bebas menambah angka timbangan tanpa perlu khawatir pada kesehatan. Kondisi tersebut bisa diartikan, jika kita sudah menderita suatu penyakit, maka kelebihan berat badan mungkin adalah salah satu keuntungan lebih.

 

Jika menderita gangguan jantung

Pasien gagal jantung yang kegemukan dan obesitas ternyata memiliki risiko kematian lebih rendah. "Dengan munculnya berbagai penyakit, kebutuhan energi meningkat. Mereka yang kegemukan kemungkinan memiliki cadangan dan lebih bisa beradaptasi dengan proses penyakit," kata Dr.Gregg Fonarow.

Jika menderita diabetes melitus

Costanzo menekankan bahwa hasil penelitian itu hanya berlaku untuk mereka yang sudah menderita diabetes tipe 2 (melitus), bukan setiap orang dengan kelebihan lemak di perut. Ia menduga bahwa mungkin ada sesuatu yang unik pada penderita diabetes tipe 2 yang berat badannya normal, misalnya faktor genetik, yang membuat penyakit ini lebih beresiko bagi mereka.

Jika takut sakit kanker payudara sebelum menopause

Pengaruh berat badan pada kanker payudara terus berubah. Sebelum menopause, sebagian studi menunjukkan ada penurunan risiko kanker ini pada wanita yang obesitas. Tapi setelah menopause kegemukan justru meningkatkan risikonya.

Hal ini kemungkinan terkait dengan estrogen. Obesitas sebelum menopause bisa mengganggu keseimbangan hormonal yang menyebabkan gangguan pelepasan sel telur. Tidak ada sel telur berarti estrogen lebih sedikit, atau lebih sedikit "bahan bakar" untuk pertumbuhan sel kanker payudara. Lemak tubuh juga memproduksi estrogen sendiri, dan setelah menopause, kelebihan lemak memicu tumor yang responsif pada estrogen.

Penyakit tulang

Estrogen yang diproduksi oleh lemak tubuh ternyata juga melindungi tubuh dari kehilangan massa tulang sehingga risiko osteoporosis juga lebih rendah dibanding wanita yang kurus.