Skip to main content

Inilah Kisah Yuyun & Kisah Sedih Sang Ayah

Inilah Kisah Yuyun  Kisah Sedih Sang Ayah
Inilah Kisah Yuyun Kisah Sedih Sang Ayah

WinNetNews.com - Tragis kisah gadis 14 Tahun yang ditemukan tewas mengenaskan di dalam jurang. Namanya Yuyun, sebelum dibunuh Yuyun diperkosa terlebih dahulu oleh 14 orang laki-laki bejat. Yuyun adalah seorang siswi SMP di Desa Padang Ulak Tranding, Kecamatan Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Peristiwa tersebut terjadi pada pertengahan April lalu.

Yuyun ditemukan nyaris tanpa busana dengan kaki dan tangan terikat di semak-semak, Senin (4/4/16). Penyelidikan polisi menyatakan 14 remaja telah memperkosa sekaligus membunuh Yuyun.

Menurut keterangan, sebelum diperkosa bergiliran, 14 tersangka yang mabuk memukul dan menganiaya Yuyun terlebih dahulu, setelah Yuyun tak berdaya usai dicabuli, Yuyun pun dibuang ke dalam jurang hingga tewas.

Ayah Yuyun pun menceritakan kisah pilunya kehilangan anak perempuannya itu. Saat peristiwa keji itu terjadi kedua orangtuanya tengah berada di ladang. Yuyun hanya berdua dengan abang kembarannya saja di rumah.

Sang ayah bersama istrinya berada di ladang karet yang jaraknya sekitar 2 km dari rumah. Pria berusia 36 tahun ini memang sering tinggal di ladang karet, mereka tidur di gubuk. Usai menyadap karet biasanya dia mencari rumput untuk pakan sapi yang telah dipesan oleh pemilik sapi.

Pada Minggu (3/4), dia pulang sendiri ke rumahnya. Niatnya, uang yang dia dapat dari nyadap karet dan jual rumput mau dititipkan untuk uang jajan anak gadisnya dan abang kandungnya.

"Sampai rumah, anak tertua bilang, kalau adiknya sejak kemarin tak pulang ke rumah," kata sang ayah.

Mendapat kabar itu, lantas sang ayah mencoba menghubungi salah seorang guru. Dalam perbincangan itu, guru mengatakan bahwa di hari Sabtu itu anaknya masuk sekolah. Karena gurunya juga tak tahu, lantas dia pun bergegas ke rumah kepala desa untuk melaporkan putrinya yang sudah satu hari tidak pulang ke rumah.

Kemudian warga bersama-sama ayah Yuyun mencari keberadaan Yuyun. Ketika ditemukan, jasad Yuyun sudah mengeluarkan bau yang busuk. Kemudian warga pun segera lapor ke polisi. ketika ditemukan sang Ayah pun tidak diizinkan untuk melihat jasad anaknya, Yuyun. Ayah Yuyun harus menunggu kedatangan polisi terlebih dahulu.

Betapa pedihnya hati sang Ayah, disamping harus kehilangan anak putri kesayangannya, keluarga Yuyun pun mendapat tekanan dari keluarga pelaku. Keluarga Yuyun sempat diancam akan dibunuh. Akhirnya pun keluarga Yuyun harus meminta perlindungan kepada polisi.

Peristiwa ini pun mendapat sorotan ramai dari nitizen dan menjadi viral di sosial media. Melalui tagar #NyalaUntukYuyun nitizen menyampaikan bentuk solidaritasnya.

Sumber: Detik

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top