Skip to main content

Inilah Makanan yang Sebaiknya Tidak Dimakan Menurut Ahli Racun

Inilah Makanan yang Sebaiknya Tidak Dimakan Menurut Ahli Racun
Inilah Makanan yang Sebaiknya Tidak Dimakan Menurut Ahli Racun

WinNetNews.com - Bagi yang pernah keracunan makanan mungkin memiliki trauma dan enggan menyantap makanan itu lagi. Faktanya ada beberapa makanan yang memang harus dihindari karena dianggap berbahaya bagi kesehatan.

William Marler, orang yang dianggap ahli dan pengacara dalam soal keamanan pangan selama lebih dari 20 tahun bergelut di bidanganya. Ia pernah mengajukan sejumlah gugatan keamanan pangan terhadap perusahaan produsen makanan yang ternama.

Selama bertahun-tahun ia telah menyusun daftar makanan yang seharusnya dihindari karena dianggap mengandung racun dan berbahaya bagi kesehatan jangka pendek maupun panjang tubuh. Dipublikasikan dalam jurnal The Food Poison, setidaknya ada enam makanan yang dianggap mengandung racun.

1. Makanan dijual sudah dicuci atau dipotong

Menurut Marler, semakin bahan makanan itu diproses sebelum dijual maka semakin besar kemungkinan terkontaminasi. Sebaliknya ia menyarankan untuk membeli bahan makanan yang belum dicuci atau dipotong, lakukan sendiri di rumah dan konsumsi tidak lebih dari tiga hari.

2. Telur setengah matang atau mentah

Marler trauma dengan epidemic wabah salmonela pada era 1980-an. "Aku rasa resiko telur terkontaminasi salmonela saat ini lebih rendah ketimbang 20 tahun lalu. Tapi saya sarankan sebaiknya telur dimasak matang benar-benar," katanya.

3. Kerang Mentah

Marler percaya perubahan suhu air dan polusi telah memengaruhi pertumbuhan mikroba itu sendiri yang pada akhirnya berhubungan dengan mahluk laut yang menjadi konsumsi manusia. Misalnya seperti kerang yang menjadi filter bakteri dalam air kemudian dikonsumsi oleh manusia.

4. Daging mentah

Ini menjadi alasan Marler lebih suka memesan steak yang dimasak matang sempurna atau well-done atau medium-well.

"Bakteri yang ada di permukaan maka kemungkinan besar ini juga ada di bagian yang lebih dalam," katanya.

5. Susu yang tidak melalui proses pasteurisasi dan jus kemasan

"Tidak ada keuntungan besar dari mengambil resiko minum produk susu yang tidak melalui proses pasteurisasi,' kata Marler. Produk susu dan jus kemasan yang tidak melalui proses pasteurisasi memiliki resiko lebih besari terkontaminasi bakteri, virus dan bakteri.

6. Kecambah Mentah

Lebih dari 30 wabah bakteri salmonella dan E coli dikaitkan dengan konsumsi kecambah atau tauge mentah dan setengah matang sejak pertengahan 1990-an. Pada 2014 sebanyak 19 orang dibawa ke rumah sakit karena terkontaminasi salmonella dari tauge mentah.

dilansir dari Foodbeast dan okezone

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top