Inilah Mata Uang Terburuk 2015

Muhammad Takdir

Dipublikasikan 6 tahun yang lalu • Bacaan 2 Menit

Inilah Mata Uang Terburuk 2015
WinNetNews.com - Pada tahun 2015, sejumlah mata uang mengalami pelemahan yang siginifikan terhadap dolar AS. Berikut ini lima negara yang mata uangnya paling terpuruk di dunia sepanjang tahun 2015 terhadap dominasi mata uang dolar AS.

Di tempat pertama ditempati oleh peso Argentina yang anjlok sebesar 34,6 persen terhadap dolar AS sepanjang tahun 2015 silam. Pada bulan Desember silam, pemeritah baru negara tersebut melepas peso dari kurs yang dipatok menjadi bebas mengambang. Pemerintah berharap dengan pelepasan kontrol tersebut akan mendorong banyak investasi asing masuk ke negara itu. Ekonomi Argentina mengalami keterpurukan selama bertahun-tahun akibat salah urus dan membutuhkan dana tunai.

Tempat kedua ditempati real Brasil yang anjlok 32,9 persen terhadap dolar AS. Brasil sangat bergantung pada ekspor hasil pertanian dan bahan mentah seperti minyak, gula, kopi, dan besi. Anjloknya harga komoditas sangat memukul keuangan Brasil.

 

Selain itu, masalah korupsi juga ikut mendera keuangan negara tersebut. Sebuah skandal yang melibatkan perusahaan minyak raksasa Pertobas ikut mengerek para pejabat tinggi dan pengusaha setempat yang membuat negara tersebut terpuruk.

Posisi ketiga menjadi milik rand Afrika Selatan yang turun 25 persen di tahun 2015. Terpuruknya harga komoditas ikut berimbas pada sejumlah perusahaan besar di Afrika Selatan. Pertambangan memberikan kontribusi sebesar 50 persen penerimaan devisa negara itu dan defisit transaksi berjalan terus meningkat. Pengangguran sekitar 25 persen dan inflasi diperkirakan mencapai 5,6 persen di tahun 2016.

Ekonomi kedua terbesar Afrika ini semakin terpuruk setelah terjadi goncangan politik di Desember saat negara itu mempunyai tiga menteri ekonomi kurang dari sepekan.

Urutan keempat ditempati lira Turki yang tergerus 20 persen terhadap dolar AS di tahun 2015. Ekonomi Turki mengalami keterpurukan akibat kombinasi ketidakpastian politik dan memburuknya situasi keamanan di negara tetangga, Suriah. Turki juga merupakan negara yang terkena dampak keputusan Bank Sentral AS menanikan suku bunga acuannya karena hal itu bisa meningkatkan pembayaran biaya utang luar negeri yang besar. IMF memperkirakan ekonomi Turki akan tumbuh 3,6 persen di tahun 2016, atau di bawah pertumbuhan sembilan persen yang terjadi pada tahun 2010 dan 2011.

 

Posisi kelima ditempati rubel Rusia. Tahun 2015 menjadi tahun yang terburuk buat Rusia. Penerimaan dari minyak yang sangat vital menurun drastis dan eknomi terperosok dalam resesi yang mendalam. Rubel kehilangan 17 persen terhadap dolar AS.

Presiden Vladimir Putin kepada rakyat Rusia menyebutkan bahwa krisis ekonomi telah berakhir, namun poin-poin indikator ekonomi menunjukkan hal yang berbeda. PDB Rusia. produksi industri, dan penjualan retail terus anjlok. Kendati demikian, rubel tahun 2015 lebih baik dibanding tahun 2014 yang anjlok 41 persen terhadap dolar AS.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...