Inilah Orang-orang yang Tidak Boleh Mengonsumsi Jahe

Inilah Orang-orang yang Tidak Boleh Mengonsumsi Jahe Sumber Foto : Istimewa

Winnetnews.com - Dari dulu jahe sering disebut sebagai tanaman yang paling sehat dan sangat berguna untuk tubuh.

Karena nutrisinya yang tinggi juga senyawa bioaktif membuat jahe memiliki efek yang sangat baik untuk seluruh tubuh.

Selain digunakan untuk obat-obatan dan jamu, jahe juga sering digunakan untuk memasak, bahkan jahe banyak dianggap sebagai obat untuk segalanya.

Namun, meskipun jahe sangat baik untuk kesehatan, beberapa orang dengan kondisi kesehatan tertentu tidak diperbolehkan mengonsumsi jahe. Siapa saja? Berikut beberapa orang yang dilarang mengonsumsi jahe.

1. Penderita hemofilia atau gangguan darah

Jahe dapat meningkatkan aliran darah dan merangsang sirkulasi, sehingga bermanfaat untuk obesitas, diabetes, dan penyakit arteri perifer. Tetapi, jahe wajib dihindari oleh orang yang menderita hemofilia. Ini merupakan kelainan genetik, di mana kemampuan pembekuan darah berkurang, yang berarti jika terjadi perdarahan kecil dapat menyebabkan kematian. Nah, jahe dapat menetralisir obat yang digunakan dan dapat memperburuk situasi serta menyebabkan perdarahan mematikan.

2. Pengonsumsi obat tekanan darah tinggi dan diabetes

Orang yang mengonsumsi obat tekanan darah tinggi atau diabetes bisa berisiko jika mengonsumsi jahe, karena jahe dapat mengubah efeknya pada tubuh. Kombinasi jahe dengan antikoagulan, beta-blocker atau obat insulin bisa sangat berbahaya. Jahe merangsang penipisan darah dan mengurangi tekanan darah, dan sifat-sifat ini akan menurunkan efek dari obat-obatan ini.

3. Orang kurus

Jahe dapat merangsang pencernaan. Kandungan serat yang tinggi pada jahe akan menggerakkan makanan melalui sistem pencernaan, dan senyawa lain pada jahe dapat meningkatkan metabolisme, sehingga mempercepat penurunan berat badan.

4. Orang hamil

Pada awal kehamilan, teh jahe memang dapat meredakan mual dan muntah. Tapi, pada trimester pertama, Anda harus menghindarinya karena dapat menyebabkan kontraksi uterus. Kondisi terparah, dapat menyebabkan keguguran.

Pengganti jahe

Jika Anda masuk dalam golongan orang-orang di atas, Anda dapat mengganti jahe dengan paprika atau cabai rawit. Paprika juga tak kalah menguntungkan, karena mengandung sejumlah besar zat besi, vitamin A, B6, dan juga vitamin E.