Inilah Potensi Wisata Pulau enggano

Inilah Potensi Wisata Pulau enggano

Kamis, 11 Agt 2016 | 12:15 | Fellyanda Suci Agiesta
WinNetNews.com - Pulau Enggano merupakan salah satu pulau yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Salah satu potensi wisata yang bisa dikembangkan dari Pulau Enggano adalah wisata menyelam. Wisata ini dipusatkan di Pulau Dua yang memiliki pantai dengan gelombang yang relatif kecil dan banyak karang-karang. Keberadaan keramba jaring apung juga dapat menjadi paket wisata bahari. Pengunjung dapat menikmati kuliner ikan segar yang langsung di ambil dari keramba jaring apung dan benar-benar dapat membuat kesan mendalam bagi wisatawan.

Selain itu, Pulau Enggano juga mempunyai potensi wisata tracking mangrove sejauh 2 kilometer. Wisata Mangrove direncanakan dikembangkan di Desa Kahyapu yang dekat dengan perkampungan.

Pemda juga menyambut baik dan mengapresiasi pemilihan Pulau Enggano sebagai pusat perayaan upacara Kemerdekaan HUT ke-71 RI untuk wilayah maritim, khususnya pulau terluar. Momentum ini diharapkan mampu meningkatkan ketertarikan wisatawan untuk datang ke pulau ini.

“Kami akan menjadi tuan rumah yang baik, dan mengambil momentum agar Pulau Enggano lebih dikenal. Paling tidak para pembuat kebijakan di tingkat pusat akan mengetahui potensi Pulau Enggano,” kataMian, Bupati Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.

Ditambahkan Mian, masyarakat Pulau Enggano menyambut baik rencana ini, dan menyiapkan sejumlah acara menyambut HUT RI. Salah satunya penyiapan pemberian gelar adat bagi pejabat yang hadir.

Ke depan, pengembangan Pulau Enggano sebagai destinasi wisata Bengkulu Utara juga akan dilakukan dengan membangun infrastruktur pendukung berupa penginapan (homestay), fasilitas olahraga diving, snorkeling, dan scuba, serta fasilitas berburu di taman buru Gunung Nanua. Pemda berharap Kementerian dan Lembaga mendukung rencana percepatan pembangunan di Pulau Enggano.

“Pulau Enggano akan menjadi kawasan pariwisata yang tetap memperhatikan tata kelola lingkungan yang baik. Kita telah membuat Peraturan Bupati dan SK Bupati untuk mengatur bahwa proses pembangunan harus sesuai kearifan lokal, sesuai kondisi geografis, dan ekosistem,” tambah Mian.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...