(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Inilah Ritual Bagi Sebagian Masyarakat Indonesia Untuk Menyambut Bulan Ramadhan Bagian 2

Fellyanda Suci Agiesta
Fellyanda Suci Agiesta

Inilah Ritual Bagi Sebagian Masyarakat Indonesia Untuk Menyambut Bulan Ramadhan Bagian 2
WinNetNews.com - Masyarakat Indonesia terkenal dengan ritualnya, khususnya bagi masyarakat muslim. Menjelang Ramadhan, biasanya masyarakat mengadakan ritual penyambutan. beragam ritual dilakukan ditiap kota, dan ritual yang diadakan pun berbeda - beda. 

1. Dandangan di Kudus, Jawa Tengah

Dandangan adalah salah satu perayaan untuk menyambut bulan Ramadhan. Bisanya dirayakan dengan pasar malam disekitar Menara Kudus, sepanjang jalan Sunan Kudus, dan meluas ke lokasi-lokasi di sekitarnya. Tradisi Dandangan sudah ada sejak lebih dari 450 tahun yang lalu tepatnya pada zaman Sunan Kudus yang bernama Syeh Ja’far Shodig. Syeh Ja’far Shodig terkenal adalah salah satu tokoh agama islam yang menyebarkan agama islam di wilayah Jawa yang tergabung dalam sebutan Wali Songo.

2. Malamang di Sumatera Barat

Tradisi malamang biasanya dengan membuat nasi lemang yang diberikan kepada mertua, untuk meminta permohonan maaf. Tradisi ini biasanya dilakukan dua hari menjelang Ramadhan.

3. Tradisi Megengan di Surabaya

Megengan biasanya ditandai dengan pembuatan kue serabi yang sangat tebal. Sebenarnya bukan hanya sekedar pembuatan kue serabi saja, melainkan melaksanakan selamatan atau tahlilan dengan hidangan serabi dan pisang raja untuk mendoakan arwah saudara dan kerabat yang telah meninggal, sekaligus minta maaf. Setelah tahlilan, serabi dan pisang dibagikan kepada semua keluarga dan tetangga.

4. Tradisi nyadran di Jawa

Masyarakat biasa melakukan nyadran dengan melakukan tahlilan yang dipimpin oleh sesepuh setempat. Doa tersebut ditujukan bagi saudara yang sudah meninggal. Setelah itu mereka melakukan kenduri. Makanan yang dibawa harus makanan tradisional, seperti sambal goring ati, urap sayur, perkedel dan lain-lain.

5. Perlon Unggahan di Banyumas

Sama seperti tradisi Nyadran, untuk tradisi Perlon Unggahan juga menyajikan makanan tradisional. Yang membedakan adalah untuk Perlon Unggahan, hanya para lelaki lah yang menyajikan masakan tersebut, dan mereka harus berjumlah 12 orang.

 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});