Skip to main content

Inilah Tempat yang Paling Banyak Bakteri di Bandara dan Pesawat

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

WinNetNews.com - Jika Anda sering melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat, sudah pasti Anda akan berhenti sejenak di bandara. Namun perlu Anda ketahui bahwa di Bandara ada beberapa tempat yang banyak menyimpan banyak kuman. Untuk itu Anda perlu menguatkan kekebalan tubuh Anda.

Dengan semua ruang yang tertutup, kurangnya sirkulasi dan lalu lalang orang - orang yang tidak henti - hentinya, bandara dan pesawat menjadi tempat berkembang biak para banteri.

Tapi apakah di seluruh tempat?

Website Travelmath.com mengirim ahli mikrobiologi untuk mengambil 26 sampel dari lima bandara AS dan empat penerbangan oleh dua operator besar, meskipun tidak dapat ditentukan secara bersamaan.

Menurut hasil lab, nampan di meja pesawat adalah yang paling kotor dari semua lokasi dan permukaan yang mereka uji. Meja nampan diuji dan ditemukan memiliki rata-rata 2.155 unit pembentuk koloni (CFUs) per inci persegi.

"Karena ini bisa membuat bakteri masuk langsung ke mulut Anda, ini bisa terjadi saat Anda mengambil makanan Anda dari nampan meja Anda," kata laporan Travelmath dari temuannya.

Lalu yang kedua adalah dari tombol air minum di bandara, dan diikuti oleh ventilasi udara di atas pesawat.

Berikut daftar lengkap dari tempat paling kotor dan permukaan di pesawat dan di bandara:

1) tabel Baki

2) tombol Minum air mancur

3) Ventilasi udara atau ventilasi di atas

4) Tombol kloset wc

5) Gesper sabuk pengaman

6) Tombol pengunci kamar mandi

Jadi mengapa nampan meja menjadi tempat pertaman perkembang biakan penyakit dan kuman?

Travelmath mengatakan ini mungkin ada sangkutpautnya dengan yang dilakukan dengan staf maskapai. Mereka mungkin hanya memiliki sedikit waktu untuk menyelesaikan pembersihan di washroom saat penerbangan telah usai. Dan dilanjutkan penerbangan selanjutnya.

Meskipun studi ini tidak menentukan jenis bakteri yang ditemukan, Travelmath mengatakan total 26 sampel dari bandara dan pesawat yang negatif adanya keberadaan coliform fecal seperti E. coli, yang berpotensi dapat menular.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top