(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Inilah Wanita Pertama Calon Presiden Singapura

Fellyanda Suci Agiesta
Fellyanda Suci Agiesta

Inilah Wanita Pertama Calon Presiden Singapura Foto: channelnewsasia

WinNetNews.com - Mantan Ketua Parlemen Halimah Yacob jadi wanita pertama sebagai calon Presiden Singapura. Dia telah berjanji untuk melakukan yang terbaik yang dia bisa. Selain menjadi presiden wanita pertama Singapura, dia juga menjadi kepala negara Melayu pertama di lebih dari 47 tahun, setelah menjadi satu-satunya orang yang memenuhi syarat untuk pemilihan yang dijadwalkan bulan ini.

Departemen Pemilu telah mengumumkan pada hari Senin (11/9) bahwa hanya satu Certificate of Eligibility yang diterbitkan.

Mdm Halimah tiba di Departemen Pemilu sekitar pukul 18:00, didampingi oleh tiga anggota timnya, termasuk nominator Mary Liew dan Lawrence Leow. Saat dia keluar, dia bilang itu diberi sertifikat kelayakan.

"Saya berjanji untuk melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan untuk melayani masyarakat Singapura dan itu tidak berubah apakah ada pemilihan atau tidak ada pemilihan. Semangat dan komitmen saya untuk melayani rakyat Singapura tetap sama, saya tetap berkomitmen penuh untuk melayani Singapura dan Singapura." katanya, seperti dikutip dari Channelnewsasia.

Mdm Halimah, 63 tahun, akan berfokus pada persiapan Hari Nominasi pada hari Rabu (13/9).

Dia mengundang warga Singapura untuk bekerja sama membangun Singapura yang lebih kuat, karena dia mengatakan bahwa salah satu peran presiden terpilih adalah bertindak sebagai kekuatan pemersatu.

Menanggapi pertanyaan tentang bagaimana dia berencana untuk mempersatukan bangsa, mengingat pandangan yang berbeda mengenai sebuah pemilihan yang dicadangkan untuk kandidat dari masyarakat Melayu, ini jawabannya:

"Saya ingin mendorong warga Singapura untuk bekerja sama dengan saya sehingga kita dapat bekerja bersama untuk Singapura bersatu dan Singapura yang lebih kuat. Ini adalah perjalanan yang harus kita tempuh bersama." katanya.

"Prosesnya mungkin merupakan pemilihan yang dicadangkan tapi Presiden adalah untuk semua orang, untuk semua komunitas tanpa memandang ras dan agama." tambahnya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});