Intoleransi Jadi Penyebab Terorisme

Intoleransi Jadi Penyebab Terorisme

Minggu, 24 Jan 2016 | 19:40 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Lembaga peneliti Setara Institute menilai sikap intoleransi adalah awal mula tindakan teror, di mana pelaku tidak bisa menerima adanya perbedaan ideologi di sekitarnya.

"Memelihara dan membiarkan intoleransi sesungguhnya sama dengan merawat dan memelihara bibit-bibit terorisme yang pelan tapi pasti akan kita panen buahnya. Jika sikap-sikap intoleran terus dibiarkan tindakan terorisme akan merajalela," kata Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos di Jakarta, Senin (18/1).

Ia menjelaskan pemerintah dengan visi barunya tidak memiliki grand design untuk merestorasi situasi-situasi sosial yang menjadi lahan subur bagi tumbuhnya intoleransi, diskriminasi dan konflik bernuansa agama (sektarian).

Pemerintah tidak memiliki agenda besar untuk mengatasi komunalisme, konservatisme dan radikalisme keagamaan, ujarnya. Pemerintah juga tidak punya konsep mengatasi kecendrungan segregasi sosial berdasarkan identitas agama dan merosotnya penghargaan individu dan kelompok terhadap pandangan dan keyakinan individu dan kelompok yang berbeda, khusunya minoritas yang berbeda dengan mayoritas.

 

"Baik Kementerian Agama (Kemenag) maupun Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) sampai saat ini belum menunjukkan langkah progresif bagi pemajuan kebebasan beragama. Kemdagri belum merumuskan desain pembatalan Perda dan pencegahan Perda yang potensial diskriminatif. Sementara Kemag belum menyikapi apapun atas peristiwa-peristiwa kekerasan dan diskriminasi agama yang menimpa kelompok-kelompok agama tertentu," tuturnya.

Menurutnya, data yang dihimpun Setara Institute menyebutkan ada 196 peristiwa pelanggaran sepanjang 2015 dengan 236 bentuk tindakan yang tersebar di seluruh tanah air, meningkat dibandingkan tahun 2014 lalu, yaitu jumlah pelanggaran 134 peristiwa dengan 177 tindakan.

"Jumlah peristiwa berbeda dengan jumlah tindakan karena dalam satu peristiwa bisa terjadi berbagai bentuk tindakan," jelasnya

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...