Skip to main content

Investasi Ini Paling Tepat Ketika Perekomian Anjlok

Investasi Ini Paling Tepat Ketika Perekomian Anjlok
Investasi Ini Paling Tepat Ketika Perekomian Anjlok

Perekonomian Indonesia hingga kini masih mencatatkan pelemahan, bahkan banyak yang meramalkan tren lesunya perekonomian ini diperkirakan akan terjadi sepanjang tahun.

Lalu apakah masih tepat jika memulai investasi di saat keadaan perekonomian sedang melemah.

Menurut Perencana Keuangan dari MRE Financial & Business Advisory Andy Nugroho, justru ada beberapa jenis investasi yang tepat diambil saat ini, seperti reksa dana saham.

Anjloknya keadaan ekonomi tentu berimbas langsung terhadap kinerja seluruh jenis perusahaan yang ada. Hal itu tentunya membuat nilai saham emiten yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) menurun.

Alhasih Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun ikut merosot. Belum lagi pengaruh anjloknya nilai mata uang Rupiah.

Hal tersebut tentu membuat seluruh nilai reksa dana saham saat ini ikut menurun. Nah disaat itulah waktu yang tepat untuk membeli reksa dana saham karena harganya yang sedang murah.

"Turunnya sampai kapan, memang kita tidak tahu. Tidak ada ekonom yang bisa memprediksi secara akurat tren penurunan itu. Tapi secara sederhana reksa dana itu pasti lambat laun kembali naik. Seperti keadaan sebelum-sebelumnya," tutur Andy saat dihubungi Okezone belum lama ini.

Dirinya menyarankan agar tidak perlu kahwatir ketika memulai investasi di reksa dana saham saat ini karena reksa dana saham merupakan jenis investasi yang baik untuk jangka panjang.

Bagi yang sudah memilik reksa dana saham sebelumnya, Andy menyarankan jangan menjualnya untuk saat ini. Dia menghimbau agar jangan panik dan bersabar.

"Memang mungkin harganya akan turun lagi tapi kemungkinan nilainya nol atau investasi kita lenyap itu tidak mungkin. Kita bisa berharap harganya bisa naik lagi," imbuhnya.

Bahkan Andy menyarankan, justru menambah nilai investasi reksa dana saham yang dimiliki, karena harga yang sedang murah.

"Tapi itu memang butuh pemahaman kesabaran dan kekuatan emosi tersendiri. Kalau tidak kuat ya pindah investasi yang lebih aman seperti logam mulia atau deposito," pungkasnya.

(cn)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top