Investor Antre, Rupiah Stabil, Sekarang Kesempatan Bikin Gol

Investor Antre, Rupiah Stabil, Sekarang Kesempatan Bikin Gol

WinNetNews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, kondisi perekonomian Indonesia sudah cukup stabil, seiring dengan pondasi yang kuat ditanamkan di tahun ini. Terlihat dari sisi postur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang lebih diutamakan pada pengeluaran produktif.

Hal ini juga yang menurut Jokowi memberikan kepercayaan banyak pihak terhadap Indonesia, khususnya dari sisi investor. Maka, sekarang saatnya pemerintah bekerja dan merealisasikan rencana yang sudah ditetapkan.

"Sekarang ini adalah kondisi yang sangat baik. Kepercayaan sudah ada, investasi yang akan masuk antre, kondisi dolar ke rupiah juga stabil, kesempatan ini hanya tinggal kita bisa menyelesaikan menjadi sebuah gol atau tidak," kata Jokowi, saat membuka sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/12/2015)

Jokowi menambahkan, pada APBN 2016, terlihat peningkatan yang signifikan untuk anggaran belanja ke sektor prduktif. Anggaran infrastruktur meningkat 76,2% , anggaran pendidikan naik 25,5%, dan anggaran kesehatan sebesar 75,4% dibandingkan APBN 2015.

 

"Anggaran 2016 yang telah didelegasikan oleh rakyat betul-betul kita jaga, kita jaga agar berjalan secara efektif dan dimulai pada Januari 2016. Seperti yang sudah sering saya sampaikan, terutama untuk belanja modal. Semua itu harus segera direalisasikan pada awal tahun," paparnya.

Dari laporan yang masuk, Jokowi menyampaikan, lelang proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah mencapai 42% dari total proyek. Kemudian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 34%, dan Kementerian Perhubungan 31%.

"Kementerian-kementerian yang lainnya saya harapkan juga nantinya bisa disampaikan, baik Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian misalnya yang gede-gede, yang langsung bersentuhan dengan rakyat," ujar Jokowi.

 

Dengan percepatan realisasi pada 2016, tentunya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat dan memberikan optimisme kepada investor. Sehingga target pertumbuhan ekonomi 5,3% tahun depan bisa realisasi.

"Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang sekarang ini betul-betul berada pada kondisi yang kita dorong lagi, agar 2016 sesuai dengan rencana kita bisa naikkan jadi 5,3%," terangnya.

sumber dari detikFinance